21.4 C
Munich
Sabtu, September 5, 2026

Menguak di Balik Tambahan Irigasi Solok: Dari 13 Jadi 74 Unit, Ada Apa?

Must read

Solok, Fokucyber.com — Ada perubahan besar di balik pemulihan lahan pertanian Kabupaten Solok pascabencana. Ketika sebagian besar sawah mulai kembali ditanami, pemerintah pusat justru meningkatkan dukungan program irigasi secara signifikan.

Semula, Kabupaten Solok mendapat alokasi 13 unit program irigasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Namun setelah pelaksanaan program dinilai cepat dan berhasil, jumlah tersebut melonjak menjadi 74 unit.

Angka itu disampaikan langsung Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si., saat mengunjungi kawasan pertanian Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Jumat (7/8/2026).

Di balik angka 74 unit tersebut, terdapat cerita lebih besar: bagaimana Kabupaten Solok berusaha mengembalikan denyut kehidupan petani setelah bencana, sekaligus menjadikan infrastruktur irigasi sebagai salah satu kunci menjaga produksi pangan.

80 Persen Pulih, Tetapi 64 Hektare Masih Menunggu

Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH menyebut sekitar 80 persen lahan pertanian yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah berhasil ditangani.

Namun angka tersebut belum berarti seluruh persoalan selesai.

Masih terdapat sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.

Di sinilah persoalan pemulihan pertanian menjadi lebih kompleks. Memulihkan sawah bukan sekadar mengembalikan lahan agar bisa ditanami. Infrastruktur pengairan, akses produksi, kesinambungan musim tanam, hingga kemampuan petani mempertahankan produktivitas menjadi bagian dari rantai pemulihan.

Karena itu, tambahan dukungan irigasi dari pemerintah pusat menjadi penting.

“Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh,” kata Jon Firman Pandu.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ukuran keberhasilan pemulihan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Indikator yang lebih nyata adalah ketika sawah kembali menghasilkan dan aktivitas ekonomi petani kembali bergerak.

Mengapa Dukungan Irigasi Bisa Melonjak?

Pertanyaan pentingnya kemudian: mengapa alokasi program irigasi untuk Solok meningkat dari 13 menjadi 74 unit?

Direktur Irigasi Kementan RI Liferdi Lukman memberikan jawabannya secara terbuka.

Menurut dia, kecepatan dan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Solok dalam mengimplementasikan program menjadi alasan pemerintah pusat meningkatkan dukungan.

“Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit.”

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pola baru dalam hubungan pemerintah pusat dan daerah: kinerja pelaksanaan program menjadi modal untuk memperoleh kepercayaan dan dukungan berikutnya.

Liferdi menegaskan, daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan berpeluang memperoleh tambahan dukungan pemerintah pusat.

Dengan kata lain, tambahan 61 unit bukan sekadar angka administratif. Ada evaluasi terhadap kemampuan daerah dalam menjalankan program yang menjadi dasar peningkatan dukungan.

Irigasi Bukan Sekadar Infrastruktur

Persoalan irigasi di Kabupaten Solok juga tidak bisa dilihat hanya sebagai proyek pembangunan fisik.

Bagi petani, keberadaan jaringan irigasi menentukan kepastian air untuk sawah. Bagi pemerintah daerah, irigasi berkaitan langsung dengan produktivitas lahan. Sementara bagi pemerintah pusat, keberhasilan produksi pertanian daerah menjadi bagian dari agenda besar swasembada pangan nasional.

Liferdi pun mendorong Pemerintah Kabupaten Solok agar tidak berhenti pada program yang sudah berjalan.

Ia meminta kebutuhan pembangunan irigasi terus diusulkan melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri).

Menurutnya, peningkatan anggaran pembangunan irigasi pemerintah pusat menjadi peluang bagi daerah untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi, mulai dari jaringan primer, sekunder hingga tersier.

Pesannya jelas: daerah harus aktif mengusulkan kebutuhan, bukan hanya menunggu program datang.

Kelompok Tani Jadi Ujung Tombak

Ada aspek lain yang menjadi perhatian Kementan, yakni mekanisme penyaluran bantuan.

Liferdi menyampaikan bahwa bantuan Kementerian Pertanian kini disalurkan langsung kepada kelompok tani tanpa melalui pihak ketiga.

Kebijakan tersebut dimaksudkan agar manfaat program dapat diterima petani secara lebih maksimal.

Namun, pola tersebut juga menempatkan kelompok tani sebagai aktor penting dalam keberhasilan program. Pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah nagari dituntut aktif mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta menyampaikannya melalui mekanisme pengusulan yang tersedia.

Artinya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran pemerintah pusat, tetapi juga pada kemampuan daerah dan masyarakat mengawal kebutuhan hingga tahap pelaksanaan.

Selayo dan Pertaruhan Ekonomi Petani

Peninjauan di Nagari Selayo memperlihatkan sisi lain dari cerita pemulihan tersebut, Sawah yang ditinjau telah kembali produktif dan memasuki musim tanam ketiga.

Bagi masyarakat luar, angka tersebut mungkin hanya terlihat sebagai statistik pertanian. Namun bagi petani, tiga musim tanam berarti sesuatu yang jauh lebih konkret: lahan kembali menghasilkan, aktivitas produksi kembali berjalan, dan peluang pendapatan kembali terbuka.

Karena itu, pemulihan lahan pertanian pascabencana pada akhirnya bukan hanya persoalan teknis pertanian.

Ada ekonomi keluarga petani yang dipertaruhkan, Ada ketahanan pangan daerah yang harus dijaga. Dan ada target besar pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan nasional.

Masih Ada Pekerjaan Rumah

Di tengah keberhasilan pemulihan sekitar 80 persen lahan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah berupa 64 hektare lahan rusak berat.

Angka inilah yang menjadi salah satu tantangan berikutnya.

Tambahan dukungan irigasi dari Kementan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan jaringan, tetapi mampu mempercepat pemulihan lahan yang masih terdampak sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan pertanian.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian RI atas perhatian terhadap Kabupaten Solok.

Ia memastikan seluruh dukungan pemerintah pusat akan dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Komitmen itu menjadi penting karena semakin besar dukungan yang diberikan pemerintah pusat, semakin besar pula tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan program benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Kunjungan Direktur Irigasi Kementan ke Selayo akhirnya memperlihatkan sebuah paradoks.

Di satu sisi, Kabupaten Solok masih memiliki lahan pertanian rusak berat yang belum seluruhnya tertangani.

Di sisi lain, daerah ini justru memperoleh peningkatan dukungan irigasi dari 13 menjadi 74 unit karena dinilai mampu menjalankan program pemerintah dengan cepat dan baik.

Dua fakta tersebut menunjukkan bahwa fase pemulihan belum berakhir.

Musim tanam ketiga di Selayo memang menjadi tanda bahwa sebagian petani telah bangkit. Tetapi 64 hektare lahan rusak berat mengingatkan bahwa pekerjaan pemerintah belum selesai.

Kini tantangannya bukan hanya mengembalikan sawah yang rusak, melainkan memastikan setiap hektare lahan yang kembali produktif mampu bertahan, menghasilkan, dan menjadi bagian dari rantai ketahanan pangan.

Jika 74 unit program irigasi tersebut mampu menjawab kebutuhan di lapangan, maka tambahan dukungan pemerintah pusat tidak hanya akan terlihat sebagai angka dalam program pembangunan.

Ia akan terlihat dari sawah yang kembali hijau, produksi yang meningkat, pendapatan petani yang pulih, dan ekonomi masyarakat yang benar-benar bergerak.

Solok sedang memasuki fase berikutnya: dari pemulihan pascabencana menuju pertaruhan yang lebih besar menjaga produktivitas pertanian dan menjadi salah satu penopang swasembada pangan nasional. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article