Sumberpucung, Fokuscyber – Sebanyak 845 siswa SMPN 1 Sumberpucung mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Puskesmas Sumberpucung selama dua hari, Selasa-Rabu (21–22 Juli 2026). Program ini bertujuan mendeteksi dini masalah kesehatan, memantau tumbuh kembang, serta mencegah perilaku berisiko pada kalangan remaja.
Kegiatan yang dipimpin Penanggung Jawab UKS Puskesmas Sumberpucung, Rachmat, menyasar seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan yang komprehensif.
Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan mata dan telinga, skrining anemia, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pemeriksaan menggunakan CO Analyzer.
Pemeriksaan CO Analyzer menjadi salah satu fokus dalam kegiatan tersebut karena berfungsi mendeteksi kadar karbon monoksida di dalam tubuh sebagai indikator paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun pasif. Melalui pemeriksaan ini, siswa diharapkan memahami dampak buruk asap rokok terhadap kesehatan sejak usia dini.
Siswa yang hasil pemeriksaannya berada di luar batas normal akan mendapatkan konseling kesehatan, sementara orang tua juga akan diberikan edukasi sebagai langkah tindak lanjut.
Kepala SMPN 1 Sumberpucung, Supariyanto, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan, khususnya penggunaan CO Analyzer, menjadi sarana edukasi yang efektif bagi siswa mengenai bahaya asap rokok.
“Kami menyambut baik program CKG dari Puskesmas. Adanya pemeriksaan CO Analyzer juga membuka mata anak-anak tentang bahaya asap rokok. Ini sangat membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa yang sehat dan bebas rokok,” ujarnya.
Penanggung Jawab UKS Puskesmas Sumberpucung, Rachmat, menjelaskan bahwa penambahan pemeriksaan CO Analyzer merupakan bentuk kepedulian terhadap meningkatnya risiko paparan asap rokok di kalangan remaja.
“Remaja saat ini rentan terpapar asap rokok. Dengan CO Analyzer, anak-anak bisa melihat langsung dampaknya di tubuh mereka. Harapannya mereka lebih sadar dan menjauhi rokok sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmwati Daha, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.
- “CKG ini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan deteksi dini dan edukasi, kami berharap anak-anak Sumberpucung bisa tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi yang produktif serta bebas dari asap rokok,” tegasnya.
Sebagai penutup kegiatan, Puskesmas Sumberpucung juga membagikan tablet tambah darah kepada para siswi serta memberikan edukasi mengenai gizi seimbang kepada seluruh siswa sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Rita
