Samarinda, Fokuscyber.com – Ada rasa haru yang menyelimuti langkah Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., saat harus mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolresta Samarinda Polda Kalimantan Timur. Kota Tepian ternyata bukan sekadar tempat menjalankan amanah kedinasan, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang meninggalkan kesan mendalam di hatinya.
Suasana penuh keakraban mewarnai perpisahan dengan perwira yang selama ini dipercaya memimpin jajaran Polresta Samarinda. Momen emosional itu terasa dalam acara malam pisah sambut yang digelar di Hotel Fugo Samarinda, Jumat (30/10/26).
Dalam kesempatan tersebut, Hendri Umar mengungkapkan perasaan yang cukup menyentuh. Ia mengaku telah jatuh cinta dengan Samarinda, sebuah kota yang memberikan banyak pengalaman dan kenangan selama dirinya bertugas.
“Saya sudah jatuh cinta dengan Samarinda. Banyak kenangan, pengalaman, dan hal-hal berharga yang saya dapatkan selama bertugas di Kota Tepian ini,” ungkap Hendri Umar dalam suasana perpisahan tersebut.
Ungkapan itu menjadi gambaran kedekatan emosional yang terbangun antara dirinya dengan masyarakat Samarinda. Baginya, meninggalkan kota yang telah memberikan banyak cerita tentu bukan perkara mudah, meskipun perpindahan tugas merupakan bagian dari perjalanan karier seorang anggota Polri.
Mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026 tertanggal 29 Oktober 2026. Sebanyak 302 perwira Polri mengalami rotasi dan mutasi jabatan, mencakup sejumlah posisi strategis di lingkungan institusi Bhayangkara.
Salah satu nama yang masuk dalam keputusan tersebut adalah Kombes Pol Hendri Umar (NRP 81020633). Ia mendapat penugasan baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tk. I Bareskrim Polri setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Kapolresta Samarinda.
Kepercayaan baru tersebut menjadi babak berikutnya dalam perjalanan pengabdiannya. Namun, ada sesuatu yang tidak ikut berpindah bersama jabatan, yakni kenangan dan ikatan emosional dengan masyarakat yang pernah menjadi bagian dari tugasnya.
Kini, tantangan baru menanti Hendri Umar di Bareskrim Polri. Samarinda pun melepas sosok pemimpin kepolisian yang telah meninggalkan cerita tersendiri selama bertugas di Kota Tepian.
Jabatan boleh berganti, penugasan dapat berpindah, tetapi kesan mendalam terhadap sebuah kota tidak selalu mudah dilupakan. Bagi Hendri Umar, Samarinda tampaknya akan selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan pengabdiannya. (A3)
