Rosmadely Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Solok, Fokuscyber.Com – Upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Solok terus didorong melalui koordinasi lintas sektor. Dinas Kesehatan Kabupaten Solok menggelar Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada 2–3 November 2026 di Daima Moosa Glamping Park.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyatukan langkah berbagai instansi dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Rosmadely, SKM., M.Biomed., menegaskan bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat ditangani oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan komitmen, dukungan, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan pengendalian penyakit berjalan efektif.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita ingin memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta menyinkronkan program pencegahan dan pengendalian penyakit. Setiap sektor memiliki peran strategis yang harus dijalankan bersama demi melindungi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor harus dibangun secara berkelanjutan.

Komunikasi dan kerja sama yang baik akan membantu memastikan setiap program berjalan terarah, saling mendukung, serta tidak dilaksanakan secara sendiri-sendiri.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pertemuan formal, tetapi mampu memperkuat komitmen seluruh peserta untuk mengambil langkah nyata sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Harapan kita, hasil koordinasi ini dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret di lapangan. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, sementara pengendalian penyakit membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Solok dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Berdasarkan undangan resmi, rapat koordinasi tersebut diikuti sebanyak 87 peserta dari berbagai instansi dan lembaga. Sebanyak 54 peserta berasal dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas, disertai perwakilan RSUD Arosuka, Laboratorium Kesehatan Daerah, serta Instalasi Farmasi Kabupaten.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur pendidikan, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, 18 kepala SMP, serta sejumlah kepala SMA, madrasah, dan pimpinan pesantren di Kabupaten Solok.

Tidak hanya itu, unsur lembaga pemasyarakatan dan sosial juga dilibatkan, yakni Kepala Lapas Kelas IIIA Alahan Panjang serta Kepala Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam mendukung program P2P. Lingkungan pendidikan, pelayanan kesehatan, lembaga sosial, dan pemasyarakatan memiliki peran masing-masing dalam membangun kesadaran serta mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Rapat koordinasi selama dua hari ini diharapkan memperkuat kesamaan persepsi, menyelaraskan program, dan membangun kerja sama yang lebih terarah dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Solok.(05)

- Advertisement -
Exit mobile version