Padang, Fokuscyber — Distribusi air bersih Perumda Air Minum Kota Padang ke sejumlah wilayah mengalami gangguan akibat kebocoran pipa utama berjenis DN 200 PVC di kawasan Jaua Gadut, Koto Luar Kapalo Koto, Selasa (12/5/2026). Gangguan tersebut berdampak pada pasokan air pelanggan di kawasan Koto Luar, Sei Balang, Bandar Buat hingga Khaikiman.
Menanggapi kondisi itu, Perumda Air Minum Kota Padang langsung bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis ke lokasi guna melakukan identifikasi kerusakan dan proses perbaikan agar distribusi air segera kembali normal.
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan kebocoran terjadi pada jaringan pipa distribusi utama yang memiliki peran vital dalam menyalurkan suplai air ke sejumlah kawasan permukiman padat penduduk.
“Begitu kebocoran ditemukan, petugas langsung melakukan isolasi aliran dan pengerjaan perbaikan di lapangan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar gangguan ini tidak berlangsung lama,” ujar Adhie Zein.
Ia menjelaskan, selama proses perbaikan berlangsung tekanan air pelanggan akan mengalami penurunan, bahkan penghentian sementara di beberapa titik terdampak. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air dan menampung air secukupnya selama proses normalisasi berlangsung.
Menurutnya, kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi belakangan ini juga menjadi perhatian serius pihak Perumda. Curah hujan yang tinggi dinilai berpotensi memperparah gangguan distribusi air, terutama jika terjadi longsor, genangan, maupun pergeseran pipa di titik-titik rawan.
“Potensi hujan lebat perlu diwaspadai bersama. Selain dapat menghambat pekerjaan teknis di lapangan, curah hujan tinggi juga berisiko memicu gangguan baru pada jaringan perpipaan. Karena itu kami menyiagakan personel untuk mengantisipasi kondisi darurat,” tegasnya.
Adhie menambahkan, kebutuhan air bersih masyarakat menjadi prioritas utama sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap jaringan distribusi, terutama di wilayah rawan gangguan saat cuaca ekstrem.
“Kami memahami air merupakan kebutuhan vital masyarakat. Karena itu kami tidak hanya fokus memperbaiki kebocoran, tetapi juga memastikan sistem distribusi tetap aman dan stabil di tengah cuaca yang tidak menentu,” katanya.
Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Perumda.
Sementara itu, warga di kawasan terdampak berharap proses perbaikan dapat segera rampung agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu terlalu lama. Pasokan air bersih dinilai sangat penting untuk kebutuhan rumah tangga, ibadah hingga aktivitas usaha kecil masyarakat.
Hingga kini, petugas masih melakukan perbaikan di lapangan guna mempercepat penormalan distribusi air ke seluruh pelanggan terdampak.
