Persaingan PAW Saniang Baka Menguat, DPP IWS Jaga Independensi.

Saniang Baka, Fokuscyber.com — Kontestasi Pemilihan Antar Waktu (PAW) Wali Nagari Saniang Baka mulai memasuki fase panas. Manuver kandidat tak lagi sekadar wacana, tapi sudah bergerak aktif di tengah masyarakat. Peta dukungan mulai terbaca, dan gesekan di akar rumput pun tak terelakkan.

Di tengah situasi yang kian dinamis itu, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Warga Saniang Baka (IWS) mengambil posisi tegas: tidak ikut arus, tidak bermain di balik layar.

Ketua DPP IWS, H. Gusmadi, menegaskan bahwa organisasinya tidak akan terseret dalam tarik-menarik kepentingan politik lokal.

“IWS bukan alat politik. Kami berdiri untuk seluruh warga Saniang Baka, bukan untuk kandidat tertentu,” tegasnya, tanpa basa-basi.

Menurutnya, kontestasi yang mulai menghangat harus disikapi dengan kepala dingin. Ia mengingatkan, perpecahan sosial jauh lebih berbahaya dibanding kalah atau menang dalam pemilihan.

Nada serupa disampaikan Sekretaris DPP IWS, H. Evan Esevit. Ia menilai, yang paling krusial bukan siapa yang unggul, melainkan bagaimana proses berjalan tanpa mencederai kepercayaan publik.

“Jangan sampai PAW ini justru meninggalkan luka di tengah masyarakat. Transparansi dan kejujuran itu harga mati,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, dinamika sudah bergerak ke level yang lebih serius.

Dukungan mengelompok, komunikasi politik makin intens, bahkan perdebatan antar warga mulai mencuat, baik secara langsung maupun di ruang digital.

Situasi ini tak bisa dipandang biasa. Apalagi, Saniang Baka belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana yang sempat melumpuhkan sendi kehidupan masyarakat.

Harapan publik pun sederhana, tapi tegas: pemimpin yang terpilih bukan hanya kuat secara elektoral, tapi juga cepat bekerja dan paham kondisi riil nagari.

“Kami butuh pemimpin yang turun tangan, bukan yang hanya muncul saat pemilihan,” ujar seorang warga kepada media ini.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Biro Kesekretariatan IWS, Dafan Mulifa, Jumat (17/4/2026), kembali menegaskan bahwa garis organisasi tetap jelas netral, independen, dan tidak bisa ditarik ke kepentingan manapun.

Di tengah suhu politik yang terus naik, satu hal jadi pertaruhan: apakah PAW ini melahirkan pemimpin, atau justru menyisakan perpecahan.( A5)

- Advertisement -
Exit mobile version