KAI Sumbar dan Railfans Sosialisasikan Anti Pelecehan Seksual di Kereta Api

Padang, Fokuscyber– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat berkolaborasi dengan komunitas pecinta kereta api menggelar sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Padang, Stasiun Tabing, serta di dalam perjalanan KA Pariaman Ekspres dan KA Lembah Anai, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen, perwakilan frontliner, serta sejumlah komunitas pecinta kereta api dan transportasi, di antaranya Sumatrain, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), KPKD2SB, RFD2SB, dan Transport for Padang.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya KAI meningkatkan kesadaran pelanggan sekaligus menciptakan lingkungan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual.

Edukasi disampaikan secara langsung kepada pelanggan melalui pengeras suara, pembentangan spanduk dan poster imbauan, pembagian suvenir, serta penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan bersama untuk mencegah dan mengecam tindakan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan, terciptanya transportasi publik yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya petugas KAI, tetapi juga pelanggan dan komunitas.

“Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual ini merupakan bukti nyata keterlibatan bersama dalam menciptakan ruang transportasi publik yang aman dan inklusif. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghormati, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual,” ujar Lutfi.

Sementara itu, Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menyampaikan, edukasi pencegahan pelecehan seksual perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk komunitas pelanggan dan pecinta kereta api.

“Transportasi publik merupakan ruang bersama yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun. Karena itu, pencegahan pelecehan seksual bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian seluruh pengguna jasa,” katanya.

Reza menambahkan, kolaborasi dengan komunitas diharapkan dapat memperluas penyampaian pesan pencegahan sekaligus mendorong pelanggan berani bertindak dan melaporkan apabila menemukan indikasi pelecehan seksual.

Wakil Ketua Railfans Sumatrain, Gilang Fernando, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, komunitas pecinta kereta api tidak hanya dapat berperan dalam mendukung perkembangan perkeretaapian, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan transportasi yang aman.

“Kami mewakili komunitas Sumatrain dan komunitas lainnya sangat mendukung kegiatan ini. Sebagai pengguna sekaligus bagian dari komunitas yang dekat dengan dunia perkeretaapian, kami ingin turut mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual tidak boleh dianggap sebagai hal biasa,” ujar Gilang.

Ia mengajak seluruh pelanggan untuk saling menjaga, menghormati, dan berani melapor apabila melihat maupun mengalami tindakan pelecehan seksual.

KAI mengimbau pelanggan segera melapor apabila mengalami atau mengetahui dugaan pelecehan seksual. Laporan dapat disampaikan kepada petugas stasiun, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), maupun melalui layanan KAI 121 dan kanal media sosial resmi KAI.

KAI juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pelanggan yang terbukti melakukan pelecehan seksual, termasuk memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam atau blacklist layanan KAI.

Penerapan sanksi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pengguna jasa sekaligus menciptakan efek jera bagi pelaku.

Melalui sosialisasi tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan pelecehan seksual semakin meningkat. Kolaborasi antara KAI, komunitas, petugas, dan pelanggan diharapkan mampu menjadikan transportasi kereta api di Sumatera Barat sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Reza

- Advertisement -
Exit mobile version