Pria Ditemukan Babak Belur di Gelanggang Pacu Kuda Bukit Ambacang, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan

Bukittinggi, Fokuscyber.com – Seorang pria berinisial DN ditemukan dalam kondisi babak belur dan penuh luka di kawasan Gelanggang Pacu Kuda Bukit Ambacang, Bukittinggi, Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh dua warga yang hendak melatih kuda di lokasi tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, saat ditemukan korban masih dalam keadaan sadar dan berulang kali meminta pertolongan.

Korban ditemukan duduk di bawah bangunan berbentuk bulat yang berada di area lapangan dengan kondisi mengalami luka-luka serius di sekujur tubuh.

Mengetahui kondisi tersebut, warga segera menghubungi pemuda setempat dan Ketua RW. Selanjutnya, ambulans dipanggil untuk mengevakuasi korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi guna mendapatkan penanganan medis.

Informasi sementara yang diperoleh dari pihak keluarga menyebutkan bahwa sebelum ditemukan, keluarga menerima telepon dari seorang teman korban yang mengabarkan bahwa DN diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Gang Swadaya, Mandiangin. Dalam informasi tersebut juga disebutkan bahwa korban akan dibawa ke suatu tempat setelah kejadian.

Mendapat kabar tersebut, pihak keluarga langsung berupaya mencari keberadaan korban. Namun, pencarian belum membuahkan hasil hingga akhirnya keluarga menerima informasi dari warga Gulai Bancah yang menemukan korban dalam kondisi terluka parah di Gelanggang Pacu Kuda Bukit Ambacang.

Hingga saat ini, keterangan langsung dari korban belum dapat diperoleh karena kondisinya yang masih kritis. Korban dilaporkan mengalami luka serius dan sedang menjalani tindakan operasi di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.

Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bukittinggi untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap serta pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Dirwan

- Advertisement -
Exit mobile version