Potensi Zakat Besar, Baznas Tanah Datar Minta Wali Nagari Lebih Aktif

Batusangkar, Fokuscyber – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanah Datar mendorong wali nagari se-Kabupaten Tanah Datar untuk lebih aktif menggali dan memaksimalkan potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di wilayah masing-masing melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Dorongan itu disampaikan dalam sosialisasi pengelolaan zakat, infak dan sedekah bersama wali nagari se-Kabupaten Tanah Datar yang digelar di Gedung TP PKK Indo Jolito Batusangkar, Rabu (26/8).

Ketua Baznas Tanah Datar Dr. Yasmansyah, M.Pd mengatakan, potensi zakat di setiap nagari cukup besar dan berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, pengusaha hingga masyarakat perantauan. Namun, potensi tersebut belum seluruhnya terhimpun secara kelembagaan melalui Baznas.

Yasmansyah menyebutkan, sejak pembentukan UPZ nagari pada 2023, diperlukan langkah lebih konkret untuk memperkuat penghimpunan ZIS. Selama ini, penghimpunan zakat Baznas masih banyak bertumpu pada zakat ASN, sementara kebutuhan masyarakat terhadap berbagai program bantuan terus meningkat.

Ia mengungkapkan, kebutuhan pembiayaan program kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Sementara kebutuhan sektor pendidikan sekitar Rp3,5 miliar. Di sisi lain, kemampuan penghimpunan zakat Baznas saat ini baru sekitar Rp8 miliar lebih.

Menurutnya, kebutuhan juga meningkat di sektor pendidikan, khususnya bantuan bagi tamatan SLTA yang diterima melalui jalur undangan maupun generasi muda yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah sebagai bagian dari kaderisasi ulama.

“Dulu kita bisa membantu Rp10 juta. Tahun lalu kemampuan kita hanya berkisar Rp5 juta sampai Rp7 juta,” jelasnya.

Yasmansyah menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir zakat yang disalurkan melalui Baznas dan UPZ akan keluar dari nagari, karena dana yang dihimpun dapat dikembalikan melalui berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dana yang dihimpun dapat dikembalikan melalui program UPZ untuk membantu kebutuhan masyarakat di nagari tersebut,” ujarnya.

Dikesempatan, itu Asisten I Setda Tanah Datar Jasrinaldi ketika membuka sosialisasi mengatakan, keberadaan Baznas selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program, mulai dari pendidikan, kesehatan, rehabilitasi rumah, pemberdayaan ekonomi hingga penanganan masyarakat terdampak bencana.

“Bantuan pendidikan cukup besar, mencapai sekitar Rp3,5 miliar, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Begitu juga bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan,” ujarnya.

Baznas, lanjutnya, juga membantu masyarakat yang terkendala modal usaha melalui program pemberdayaan ekonomi serta bergerak cepat ketika terjadi bencana.

“Ketika terjadi bencana, Baznas dapat bergerak cepat membuka posko dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara, Dr. Arif Zunzul Maizal, M.Ag., dalam kegiatan tersebut memberikan materi mengenai hukum pengelolaan zakat, mulai dari ketentuan penghimpunan, pengelolaan hingga penyaluran kepada mustahik.

Penguatan aspek hukum dinilai penting agar pengelolaan ZIS di tingkat nagari tidak hanya meningkatkan penghimpunan, tetapi juga dilaksanakan secara tertib, transparan, amanah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kepercayaan masyarakat menjadi kunci. Masyarakat harus mengetahui bagaimana zakat dihimpun dan dimanfaatkan,” kata Yasmansyah. (ant)

 

- Advertisement -
Exit mobile version