Lapas Narkotika Sawahlunto Terima Bantuan Mesin Penetas Telur Otomatis dari Anggota Komisi XIII DPR RI Rico Alviano

Sawahlunto, Fokuscyber – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, Lapas menerima bantuan satu unit mesin penetas telur otomatis dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Rico Alviano, untuk mendukung pengembangan keterampilan di bidang peternakan.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan, didampingi Kepala Subseksi Pembinaan, Ikhsan Al Afaf, serta Kepala Subseksi Administrasi dan Orientasi, Harry Avindo Kurnia.

Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan Rico Alviano terhadap program pembinaan kemandirian di lingkungan lapas.

“Terima kasih Bapak Rico Alviano, Anggota Komisi XIII DPR RI, yang telah mendukung dan menyukseskan program pembinaan kemandirian di Lapas Narkotika Sawahlunto dengan memberikan mesin penetas telur. Ini sangat bermanfaat untuk bekal keterampilan produktif warga binaan,” ujar Ressy.

Mesin penetas telur yang diterima tersebut bermerek Penguasa Polan Setter. Perangkat ini dilengkapi sistem kontrol digital dan memiliki kapasitas untuk menetaskan ratusan butir telur dalam satu siklus. Mesin tersebut nantinya ditempatkan di area pembinaan kemandirian SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto.

Melalui bantuan tersebut, Lapas berencana mengembangkan program peternakan ayam yang melibatkan warga binaan secara langsung. Kegiatan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari proses penetasan telur, pemeliharaan dan pembesaran ayam, hingga pemasaran hasil peternakan.

Kepala Subseksi Pembinaan, Ikhsan Al Afaf, bersama Kepala Subseksi Administrasi dan Orientasi, Harry Avindo Kurnia, menjelaskan bahwa program tersebut akan dilaksanakan di bawah bimbingan petugas. Dengan demikian, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman praktis dalam mengelola usaha peternakan sekaligus mengembangkan keterampilan kewirausahaan.

Program ini juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi serta menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto berharap dukungan dan sinergi antara DPR RI dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat terus berlanjut. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan humanis, sehingga warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

(Rels)

- Advertisement -
Exit mobile version