Bupati Solok Siapkan 2.300 Hektare Lahan Jagung, PT CMK Ekspansi Pasar hingga Makassar

Kab. SOLOK, Fokuscyber — Pemerintah Kabupaten Solok menyiapkan program penanaman jagung seluas 2.300 hektare pada 2027 sebagai upaya mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam program tersebut, PT Citra Mandiri Kobana (CMK) diproyeksikan menjadi pemasok benih jagung hibrida untuk mendukung kegiatan budi daya petani.

Komitmen pengembangan pertanian itu sejalan dengan langkah PT CMK memperluas pasar benih jagung hibrida hingga ke Sulawesi Selatan. Perusahaan yang beroperasi di Ampang Kualo tersebut mulai mengirimkan produknya ke Makassar melalui pengiriman perdana sebanyak 25 ton, Kamis (15/10/2026).

Pelepasan pengiriman dilakukan langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, di halaman pabrik PT CMK. Pengiriman tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membuka peluang penguatan industri benih jagung di Kabupaten Solok.

Direktur PT CMK, H. Nofi Candra, mengatakan pengiriman perdana dilakukan melalui jalur darat dengan menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi.

Menurutnya, sepanjang Oktober 2026, perusahaan menargetkan pengiriman secara bertahap hingga mencapai 150 ton sesuai perjanjian dengan perusahaan mitra di Makassar.

Benih jagung bermerek Andalan varietas JJUH tersebut, kata Nofi, mendapat sambutan positif dari petani di pasar tujuan.

“Untuk bulan ini, kita mengirim benih secara bertahap sampai 150 ton sesuai perjanjian dengan perusahaan di Makassar,” kata Nofi.

Ia menambahkan, perusahaan menargetkan peningkatan produksi benih hingga 500 ton pada 2027. Target tersebut sejalan dengan peluang pasar yang dinilai masih terbuka.

“Petani di Makassar sangat menyukai benih Andalan varietas JJUH. Untuk 2027 nanti, kita merencanakan produksi benih hingga 500 ton,” ujarnya.

Peningkatan produksi tersebut diharapkan memperkuat posisi PT CMK sebagai perusahaan benih lokal yang mampu menjangkau pasar di luar Sumatera. Di sisi lain, ekspansi usaha juga berpotensi membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan.

## Bupati Dorong Pertanian dan Lapangan Kerja

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan PT CMK yang mulai memperluas pemasaran hingga ke Makassar. Ia berharap kemajuan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kesempatan kerja maupun pengembangan sektor pertanian.

Menurut Jon Firman Pandu, pertumbuhan industri benih jagung dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan produktivitas petani.

“Kalau pabrik bibit jagung PT CMK berkembang, tentu akan melahirkan *multiplier effect*. Petani semakin maju dan ketersediaan lapangan kerja di pabrik akan menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas jagung, Pemerintah Kabupaten Solok merencanakan penanaman jagung pada lahan seluas 2.300 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan pada 2027.

Dalam program tersebut, Pemkab Solok berencana memanfaatkan benih jagung hibrida produksi PT CMK untuk mendukung kegiatan penanaman masyarakat.

“Untuk tahun 2027 nanti, Pemerintah Kabupaten Solok akan memprogramkan tanam jagung masyarakat di lahan 2.300 hektare. Bibitnya tentu saja kita pesan dari PT CMK. Dengan memakai benih hibrida Andalan, kita harapkan budi daya jagung di Kabupaten Solok akan berkembang,” tegasnya.

Rencana itu diharapkan mampu membangun keterkaitan antara industri benih dan usaha tani masyarakat. Perusahaan memperoleh peluang pasar, petani mendapatkan akses terhadap benih, sementara pemerintah daerah memiliki instrumen untuk mendorong pengembangan komoditas pertanian yang produktif.

## Optimalkan Lahan dan Perkuat Ekonomi Petani

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, menilai jagung memiliki prospek untuk dikembangkan lebih luas di daerah tersebut. Selain lahan pertanian yang telah dimanfaatkan, peluang pengembangan juga dapat dijajaki pada lahan sawah nonproduktif dan kawasan terdampak banjir bandang yang dinilai berpotensi untuk kegiatan pertanian.

“Kabupaten Solok akan membutuhkan banyak benih jagung hibrida. Kita telah memprogramkan areal tanam seluas 2.300 hektare, dan benihnya kita pesan dari perusahaan PT CMK. Tahun 2027 nanti kita akan jalan,” jelasnya.

Optimalisasi lahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya pertanian sekaligus membuka peluang pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.

Meski demikian, keberhasilan program penanaman jagung tidak hanya ditentukan oleh luas lahan. Kesesuaian varietas dengan kondisi tanah dan iklim, ketersediaan pupuk, pendampingan penyuluh, akses pembiayaan, serta kepastian pasar hasil panen perlu dipersiapkan secara terencana.

Kepastian penyerapan hasil panen menjadi salah satu faktor penting agar peningkatan produksi benar-benar memberikan keuntungan bagi petani. Karena itu, pengembangan jagung perlu diiringi.

Wahyu

- Advertisement -
Exit mobile version