Padang — Pengurus Karang Taruna Nasional (PNKT) kembali menunjukkan komitmennya sebagai pilar sosial masyarakat dengan turun langsung meninjau lokasi bencana alam di Sumatera Barat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Satgas PNKT Wilayah Sumbar, Fatur Rahman, didampingi Ketua Karang Taruna Sumatera Barat, Mahdianur Musa.
Rombongan pertama melakukan peninjauan di Kecamatan Pauh, Kota Padang. Sementara itu, rombongan kedua yang dikomandoi Rahmad Hidayat (Cing RW) selaku Koordinator Satgas Bencana PNKT Wilayah Agam, bersama Hariyadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi dan Irfan Andri Ketua Karang Taruna Kabupaten Agam, bergerak menuju Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Di Kecamatan Palembayan, Satgas PNKT meninjau sejumlah titik terdampak bencana, di antaranya Nagari Salareh Aia Utara, Salareh Aia Timur, dan Salareh Aia, serta lokasi pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak. Hasil peninjauan tersebut menghasilkan keputusan untuk mendirikan Posko Bencana Karang Taruna PNKT yang dipusatkan di Nagari Salareh Aia Utara.
Selain pendirian posko, PNKT juga membentuk dapur umum, melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak, remaja, dan orang tua, serta menyalurkan bantuan donasi kepada para korban bencana.
Ke depan, PNKT bersama Karang Taruna Kabupaten Agam dan gabungan Karang Taruna nagari se-Kabupaten Agam akan menggelar gotong royong massal pada Kamis, 25 Desember 2025, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap masyarakat terdampak.
Dalam keterangannya, Irfan Andri, Ketua Karang Taruna Kabupaten Agam, menegaskan bahwa kehadiran Karang Taruna di tengah bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi.
“Karang Taruna hadir dan membersamai masyarakat korban bencana. Kami hadir sebagai bagian dari pilar sosial. Alhamdulillah, bantuan dari PNKT telah turun langsung ke Sumatera Barat dan Kabupaten Agam. Untuk Kabupaten Agam, kami sepakati pusat kegiatan di Kecamatan Palembayan, sementara Kecamatan Malalak dan Tanjung Raya telah menerima bantuan sebelumnya,” ujarnya.
Irfan Andri yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Agam menambahkan bahwa kegiatan kemanusiaan ini akan terus berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan, demi memastikan bantuan dapat diberikan secara maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
Daji


















