26.4 C
Munich
Minggu, Mei 31, 2026

Kota Solok Bersinar di Kejurprov IODI Sumbar 2026, Atlet Muda Ini Sukses Raih Emas

Must read

Solok, Fokuscyber.com – Ikatan Olahraga DanceSport Indonesia akhirnya membuktikan bahwa dance sport bukan lagi sekadar hiburan panggung. Melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I IODI Sumbar 2026 yang digelar di Crown Coffee, Pasar Baru Talang, Kabupaten Solok, pada 23–24 Mei 2026, olahraga ini tampil sebagai cabang baru yang langsung mencuri perhatian publik olahraga Sumatera Barat.

Atmosfer kompetisi terasa berbeda. Musik menghentak, sorak penonton menggema, sementara para atlet tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri. Kejurprov perdana ini diikuti atlet dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, sekaligus menjadi penanda kebangkitan dance sport di Ranah Minang.

Foto : Atlet Kota Solok melakukan Kejurprov I dan meraih mendali Emas (dok istimewa A3)

Momentum Kejurprov IODI Sumbar 2026 semakin penting setelah dance sport resmi dipastikan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI Sumbar 2026. Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah besar yang membuka jalan lahirnya atlet-atlet potensial menuju level nasional hingga internasional.

Ketua Umum KONI Kota Solok, Rudi Horizon, menyebut keberhasilan penyelenggaraan Kejurprov pertama ini sebagai sejarah baru bagi perkembangan olahraga modern di Sumatera Barat.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena pertama kalinya IODI melaksanakan Kejurprov dengan sangat meriah dan dihadiri berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. IODI juga menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov XVI Sumbar nanti,” ujarnya, Minggu (24/05/26)

Menurutnya, perjuangan agar dance sport masuk agenda resmi Porprov bukan proses yang mudah. Biasanya, cabang olahraga baru harus melewati tahapan ekshibisi dalam waktu panjang sebelum resmi dipertandingkan.

Namun perjuangan panjang itu akhirnya berhasil ditembus berkat dorongan kuat Ketua Umum IODI Sumbar, Agus Syahdeman.

“Biasanya cabang olahraga harus melalui tahapan ekshibisi yang panjang. Namun berkat perjuangan Ketua Umum IODI Agus Syahdeman, akhirnya IODI berhasil lolos dan resmi dipertandingkan pada Porprov 2026,” tambah Rudi.

Tak hanya sukses sebagai tuan rumah semangat baru dance sport Sumbar, Kota Solok juga menunjukkan taringnya di arena pertandingan. Kontingen Kota Solok berhasil membawa pulang dua medali emas dan dua medali perunggu dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

Sorotan utama datang dari atlet muda berbakat Kota Solok, Georgyna Lethicia Kang, yang sukses meraih medali emas pada nomor Hip Hop Solo. Penampilannya yang enerjik dan penuh percaya diri sukses memukau dewan juri serta penonton yang hadir.

Selain itu, pasangan atlet Iqbal dan Caca juga tampil membawa nama Kota Solok pada kelas Line Dance Duo Latin. Kontingen Kota Solok dengan slot 086 bahkan berhasil mencatat nilai tinggi selama kompetisi berlangsung.

Bagi para atlet, Kejurprov IODI Sumbar 2026 bukan hanya soal perebutan medali. Ajang ini menjadi panggung pembuktian sekaligus simulasi awal sebelum menghadapi persaingan lebih ketat pada Porprov Sumbar Oktober 2026 mendatang.

Ketua Pelaksana Kejurprov sekaligus Ketua Umum IODI Sumbar, Agus Syahdeman, mengaku bangga atas antusiasme seluruh peserta dan dukungan berbagai pihak terhadap perkembangan dance sport di Sumatera Barat.

“Kita bangga karena cabang olahraga IODI tanpa melalui ekshibisi panjang bisa diterima di Porprov 2026. Ini adalah hasil kerja sama seluruh pengurus, atlet, dan semua pihak yang mendukung perkembangan olahraga ini,” tegasnya.

Ia juga memberi semangat kepada atlet yang belum berhasil meraih podium agar tidak patah semangat menghadapi persaingan menuju Porprov 2026.

“Yang belum mendapat medali bukan berarti gagal. Kita masih punya waktu untuk berlatih dan memperbaiki kelemahan agar nanti bisa meraih prestasi terbaik pada Porprov Oktober 2026,” katanya.

Masuknya dance sport ke dalam Porprov Sumbar 2026 diyakini menjadi titik awal lahirnya ekosistem olahraga baru di Sumatera Barat. Tidak hanya menghadirkan kompetisi yang modern dan atraktif, tetapi juga membuka peluang besar bagi atlet daerah untuk menembus panggung nasional, termasuk menuju ajang PON Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Kejurprov IODI Sumbar 2026 kini bukan sekadar turnamen perdana. Ia telah berubah menjadi simbol kebangkitan dance sport di Ranah Minang olahraga yang dulu dipandang sebelah mata, kini mulai berdiri sejajar dengan cabang olahraga prestasi lainnya. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article