35.4 C
Munich
Kamis, Juli 30, 2026

Wali Kota Solok dan Lisda Hendrajoni Hadiri Sosialisasi Haji 2027, Ini Pesan Penting bagi Calon Jemaah

Must read

Kota Solok, Fokuscyber.com – Persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi mulai dimatangkan. Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1448 H/2027 M, sebagai upaya memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai mekanisme dan kebijakan terbaru penyelenggaraan ibadah haji.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat Lisda Hendrajoni, perwakilan Direktorat Jenderal Pengawasan Haji Reguler, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Solok, Kepala Kementerian Agama Kota Solok, unsur Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, serta ratusan calon jemaah haji dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama serta Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni yang telah memilih Kota Solok sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

“Terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, serta Ibu Lisda Hendrajoni yang telah menghadirkan kegiatan ini untuk masyarakat Kota Solok dan sekitarnya. Sosialisasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami proses penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara lebih baik,” ujar Ramadhani, di Cafe dan Restoran D’Relazion Kota Solok, Kamis (30/7/2026)

Ia juga mengapresiasi berbagai pembaruan yang dilakukan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, sejumlah perubahan kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi calon jemaah mulai dari proses administrasi hingga pelayanan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menegaskan bahwa persiapan menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, calon jemaah diminta mempersiapkan diri sejak jauh hari, baik dari sisi administrasi, pengetahuan ibadah, maupun kondisi kesehatan.

Menurut Lisda, Komisi VIII DPR RI memiliki tugas strategis dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji melalui fungsi legislasi, pengawasan, pembahasan anggaran, hingga evaluasi kebijakan agar pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin berkualitas.

“Salah satu yang sedang kami dorong adalah pelaksanaan manasik haji sebanyak delapan kali. Ibadah haji umumnya hanya dilaksanakan sekali seumur hidup, sehingga persiapannya harus benar-benar matang agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya.

Lisda juga menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah menunjukkan berbagai kemajuan, terutama dalam pelayanan informasi kepada jemaah. Menurutnya, akses informasi yang cepat dan akurat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Selain itu, ia mengingatkan calon jemaah haji tahun 2027 agar mulai menjaga kondisi fisik sejak dini. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta memeriksakan kesehatan secara berkala dinilai menjadi bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tahapan penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus meningkatkan kesiapan calon jemaah dalam menghadapi pelaksanaan Haji 1448 Hijriah/2027 Masehi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog antara narasumber dan peserta, di mana berbagai pertanyaan mengenai regulasi, pelayanan, hingga persiapan kesehatan calon jemaah mendapat penjelasan langsung dari para pemangku kepentingan. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article