Kota Solok, Fokuscyber.com — Suasana serius namun penuh optimisme terlihat dalam rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar oleh KONI Kota Solok.
Dalam rapat tersebut, salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penyerahan surat pernyataan keseriusan Pemerintah Kota Solok sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumatera Barat Tahun 2026.
Rapat dihadiri perwakilan Wali Kota Solok yang diwakili Asisten III Pemerintah Kota Solok Zulfadrim Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar Septri, jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok, pengurus KONI Kota Solok, pengurus pengprov cabang olahraga, hingga pengurus cabang dari lima cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kota Solok.
Ketua Umum KONI Kota Solok H. Rudi Horizon menegaskan seluruh elemen olahraga di Kota Solok harus memiliki tekad dan komitmen yang sama dalam menyukseskan agenda olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut.
“Ini bukan hanya agenda KONI, tetapi agenda besar Sumatera Barat. Kita sebagai pelaku olahraga harus menyukseskan Porprov sesuai arahan gubernur,” tegas Rudi Horizon dalam sambutannya diruang rapat Barenlitbang, Kamis (21/05/26).
Ia menyebut seluruh proses administrasi dan kesiapan sebagai tuan rumah telah dijalani sesuai aturan yang berlaku. Mulai dari penunjukan cabang olahraga, kesiapan venue, hingga dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pemerintah Kota Solok.
Menurutnya, Kota Solok juga siap memberikan pelayanan maksimal bagi tamu daerah, official, wasit, hingga peserta yang datang dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“KONI Kota Solok siap melaksanakan jamuan bagi pimpinan daerah maupun KONI kabupaten dan kota. Untuk transportasi lokal wasit dan peserta juga kita siapkan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pertandingan, Kota Solok juga menyiapkan konsep penyambutan bernuansa budaya lokal. Pembukaan Porprov nantinya direncanakan akan menampilkan seni budaya khas Kota Solok sebagai identitas daerah tuan rumah.
Rudi Horizon juga membuka peluang penambahan cabang olahraga baru yang dipertandingkan di Kota Solok. Salah satunya olahraga Tamiya yang dinilai cukup berkembang dan memiliki penggemar besar di daerah tersebut. “Kita membuka ruang selama sesuai ketentuan dan mendapat persetujuan pemerintah daerah,” katanya.
Sementara itu, Zulfadrim menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Solok yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda penting di luar daerah.
Meski demikian, pesan Wali Kota Solok disampaikan dengan tegas bahwa suksesnya Kota Solok sebagai tuan rumah merupakan “harga mati”.
“Kesuksesan Kota Solok sebagai tuan rumah adalah harga mati. Hasil rapat ini harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya sebatas pernyataan,” katanya.
Pemerintah Kota Solok juga menegaskan keseriusan menjadi tuan rumah dengan menyerahkan surat pernyataan resmi sebagai bentuk komitmen mendukung penuh pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026.
Pemerintah Kota Solok berharap kesuksesan Porprov tidak hanya diukur dari sisi prestasi olahraga, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan dan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan Porprov akan memberi efek besar terhadap perekonomian daerah karena ribuan atlet, official, dan tamu dari berbagai daerah akan datang ke Kota Solok.
“Kota Solok akan semakin ramai dikunjungi orang. Ini akan memberikan multiplayer effect terhadap ekonomi masyarakat dan membuat Kota Solok semakin dikenal di Sumatera Barat bahkan tingkat nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar Septri mengapresiasi langkah cepat dan keseriusan KONI Kota Solok dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumbar 2026.
Ia menyebut pelaksanaan Porprov kali ini menjadi sejarah baru karena melibatkan seluruh 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat sebagai bagian dari pelaksanaan event olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Foto istime“Kita mencetak sejarah. Seluruh 12 kabupaten dan kota terlibat dalam pelaksanaan Porprov kali ini,” ungkap Septri.
Dalam arahannya, Septri juga membeberkan sejumlah standar teknis pelaksanaan yang harus dipenuhi tuan rumah, mulai dari kesiapan venue, live streaming pertandingan, akomodasi wasit dan panitia, konsumsi, keamanan, kebersihan, hingga sistem digitalisasi administrasi peserta dan sertifikat.
Menurutnya, semua cabang olahraga harus memiliki sinkronisasi teknis agar pelaksanaan Porprov berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan venue yang dinilai menjadi tanggung jawab utama daerah tuan rumah.
“Kalau kita mengundang tamu ke rumah, berarti rumahnya harus siap. Begitu juga dengan venue pertandingan,” katanya disambut tepuk tangan peserta rapat.
Porprov XVI Sumbar 2026 sendiri diperkirakan akan melibatkan ribuan atlet, official, dan panitia dari seluruh Sumatera Barat. Dengan skala sebesar itu, Kota Solok kini tengah bersiap bukan hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga wajah keramahan olahraga Sumatera Barat di tahun 2026. (A3)


