15.7 C
Munich
Minggu, Mei 31, 2026

Jelang PORPROV XVI Sumbar, KONI Kota Solok Buat Terobosan Besar untuk Keselamatan Atlet

Must read

Kota solok, Fokuscyber.com – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat, langkah serius mulai ditunjukkan Komite Olahraga Nasional Indonesia dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih modern dan manusiawi.

Bukan hanya soal target medali, tetapi juga tentang jaminan keselamatan, perlindungan sosial, dan masa depan para atlet yang membawa nama daerah ke arena pertandingan.

Suasana ruang pertemuan kantor BPJS Ketenagakerjaan tampak berbeda. Jajaran pengurus KONI Kota Solok datang membawa satu misi penting: memastikan seluruh atlet dan pengurus yang akan berlaga di PORPROV XVI Sumbar mendapatkan perlindungan jaminan sosial secara resmi.

Pertemuan itu dihadiri Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, Sekretaris Umum Herdi Yulis, didampingi Alexsindo Rengga Permata, Yon Deri Karata, Ahkirizal, serta jajaran pengurus lainnya.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi tonggak baru dalam dunia olahraga daerah. Kota Solok disebut menjadi salah satu KONI kabupaten/kota pertama yang secara serius membangun perlindungan sosial atlet melalui kerja sama resmi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Atlet Tidak Lagi Bertarung Sendiri

Di balik gemuruh pertandingan dan ambisi meraih podium juara, ada risiko besar yang selama ini sering luput dari perhatian. Cedera saat latihan, kecelakaan dalam pertandingan, hingga kondisi darurat kesehatan menjadi ancaman nyata bagi atlet.

Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, menegaskan bahwa atlet adalah aset daerah yang wajib mendapatkan perhatian penuh, bukan hanya ketika menang, tetapi juga ketika menghadapi risiko.

“Kerja sama ini dalam rangka memberikan jaminan kesehatan dan perlindungan risiko bagi seluruh atlet dan pengurus Kota Solok dalam menghadapi PORPROV XVI Sumatera Barat. Ini bentuk kesiapan matang kami menyambut pesta olahraga terbesar di Sumbar,” tegasnya, Senin (25/5/26).

Rudi juga menekankan bahwa tidak boleh ada atlet yang bertanding tanpa perlindungan.

“Saya tegaskan, semua atlet wajib terdaftar dan terlindungi. Tidak ada pengecualian. Kalau terjadi risiko kecelakaan, sakit, hingga hal tak terduga, mereka dan keluarga harus mendapatkan hak yang layak,” ujarnya.

Pernyataan itu memperlihatkan perubahan paradigma pembinaan olahraga di Kota Solok. Atlet tidak lagi dipandang sekadar mesin pencetak medali, tetapi manusia yang harus dijaga keselamatan dan kesejahteraannya.

BPJS Ketenagakerjaan: Ini Bentuk Penghargaan untuk Atlet

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Arief Sabara, menyambut positif langkah KONI Kota Solok tersebut.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat perlindungan pekerja rentan sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

“Langkah ini bukti nyata kepedulian terhadap nasib atlet. Program ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah,” ungkap Arief Sabara.

Ia memastikan BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan pendampingan penuh dalam proses pendataan hingga aktivasi perlindungan bagi seluruh atlet dan pengurus.

KONI Kota Solok Ingin Bangun Budaya Aman bagi Atlet

Sekretaris Umum KONI Kota Solok, Herdi Yulis, menjelaskan proses pendaftaran akan dilakukan bertahap untuk seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menuju PORPROV XVI Sumbar.

Data atlet nantinya langsung disinkronkan ke sistem BPJS agar perlindungan aktif saat latihan maupun pertandingan berlangsung.

“Kami ingin membangun budaya olahraga yang aman dan sejahtera. Atlet bisa fokus berlatih dan berprestasi tanpa dihantui rasa cemas terhadap risiko,” katanya.

Menurut Herdi, langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar KONI Kota Solok dalam membangun pembinaan olahraga yang lebih profesional.

“Ini bukan hanya soal mengejar medali. Kami ingin KONI hadir menjaga masa depan atlet,” tambahnya.

Kota Solok Kirim Pesan Kuat untuk PORPROV XVI Sumbar

Kerja sama antara KONI dan BPJS Ketenagakerjaan ini mengirim pesan kuat bahwa kesiapan menghadapi PORPROV tidak hanya diukur dari latihan fisik dan target prestasi, tetapi juga dari kesiapan sistem perlindungan atlet.

Kini, para atlet Kota Solok tidak hanya membawa semangat juang ke arena pertandingan, tetapi juga rasa aman karena negara dan organisasi hadir memberikan perlindungan nyata.

Dengan fondasi pembinaan yang semakin lengkap, Kota Solok mulai menunjukkan diri bukan hanya siap bersaing di PORPROV XVI Sumbar, tetapi juga siap menjadi contoh baru pembinaan olahraga yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan atlet. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article