17.5 C
Munich
Senin, Juli 27, 2026

KAI Divre II Sumbar Perkuat Budaya Keselamatan di Perlintasan Kereta, Salurkan Bantuan TJSL Rp72,85 Juta

Must read

Padang, Fokuscyber – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi, penanganan titik rawan perlintasan sebidang, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar jalur rel.

Kepala Humas PT KAI (Persero) Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara operator, pemerintah, dan masyarakat.

“Keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI sebagai operator, tetapi juga pemerintah sebagai regulator dan penyelenggara jalan, serta masyarakat sebagai pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan,” ujar Reza.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menggelar sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur kereta api. Melalui kegiatan ini, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel, pentingnya mematuhi rambu dan sinyal perkeretaapian, serta tata cara melintasi perlintasan sebidang dengan aman.

Selain edukasi kepada generasi muda, KAI juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan. Upaya tersebut meliputi penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi ketentuan, sosialisasi keselamatan di perlintasan resmi yang dijaga maupun tidak dijaga, serta pemasangan banner keselamatan pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Menurut Reza, perpaduan antara edukasi dan penanganan titik rawan menjadi strategi efektif dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Keselamatan pelanggan maupun masyarakat akan semakin kuat apabila edukasi dilakukan secara terus-menerus dan diikuti dengan penanganan titik-titik rawan. Kami ingin membangun budaya selamat, bukan hanya meningkatkan kewaspadaan sesaat,” katanya.

Tak hanya fokus pada aspek keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tahun ini, perusahaan menyalurkan bantuan senilai Rp72.850.000 berupa sarana olahraga, sarana ibadah, dan sarana kebersihan kepada sejumlah penerima manfaat di wilayah operasionalnya.

Bantuan tersebut diberikan kepada Gereja Katholik Kristus Bangkit Pasar Usang berupa pengeras suara (speaker indoor), Jorong Semua Talao Mundam Batang Anai, Kantor Lurah Jalan Kereta Api Kota Pariaman, Nagari Kapalo Hilalang, serta Pos Pemuda Pampangan RW 01 berupa mesin potong rumput dan alat semprot pertanian.

Selain itu, Desa Cimparuh Kota Pariaman menerima mesin potong rumput dan tong sampah, SSB Sungai Abang Lubuk Alung memperoleh bantuan sarana olahraga sepak bola, sedangkan Masjid Hidayah Sungai Buluh Batang Anai mendapatkan bantuan sarana ibadah.

Reza menjelaskan, program TJSL tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman di sekitar jalur kereta api.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi dalam menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. KAI akan terus hadir melalui program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi atas program tersebut disampaikan Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Boy. Ia menilai bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kegiatan masyarakat sekaligus menunjukkan kepedulian KAI terhadap warga yang tinggal di sekitar jalur rel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas bantuan yang diberikan. Selain mendukung kegiatan lingkungan, sosialisasi keselamatan yang rutin dilakukan juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api. Kami siap mendukung upaya KAI dalam membangun budaya keselamatan karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Melalui sinergi antara operator, pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat, KAI Divre II Sumbar optimistis budaya keselamatan di perlintasan sebidang akan terus tumbuh sehingga mampu menciptakan perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan.

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article