Solok, Fokuscyber.com — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Solok terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya tradisional Minangkabau di tingkat nagari. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi ke Sasaran Silek Tuo Langkah Ampek di Jorong Lipek Pageh, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus mencintai, mempelajari, menjaga, dan melestarikan silek tradisional Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Rombongan Disparbud Kabupaten Solok dipimpin Kepala Bidang Kebudayaan, Lesmi, S.P., didampingi Pamong Budaya Ahli Muda, Wirasto, S.H., beserta jajaran staf. Kedatangan rombongan disambut hangat pengurus sasaran, tokoh masyarakat, serta para pesilat muda.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Kebudayaan Disparbud Kabupaten Solok secara resmi menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada Sasaran Silek Tuo Langkah Ampek Lipek Pageh.
Penyerahan SKT tersebut menjadi bentuk pengakuan sekaligus legalitas dari pemerintah daerah terhadap keberadaan sasaran silek tradisi yang selama ini aktif melakukan pembinaan generasi muda.
“Penyerahan Surat Keterangan Terdaftar ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk mendukung eksistensi sasaran silek tradisi. Kami berharap dengan legalitas ini, Sasaran Silek Tuo Langkah Ampek semakin termotivasi untuk
membina generasi muda, melestarikan nilai-nilai luhur Minangkabau, dan terus mencetak prestasi yang membanggakan Kabupaten Solok,” ujar Lesmi.
Aktif Cetak Prestasi
Sasaran Silek Tuo Langkah Ampek Lipek Pageh merupakan salah satu perguruan silek yang cukup aktif di Kabupaten Solok. Selain menjalankan pembinaan silek tradisional, perguruan tersebut juga tercatat mengikuti berbagai ajang kejuaraan dan berhasil meraih sejumlah penghargaan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa silek tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya dan filosofi, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan karakter serta prestasi generasi muda.
Guru Tuo Silek Tuo Langkah Ampek Lipek Pageh, Syafruddin, mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Solok melalui Disparbud.
Syafruddin diketahui mendalami ilmu pencak silat dari 15 guru yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam meneruskan ilmu silek kepada generasi penerus di Lipek Pageh.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dan penyerahan surat keterangan terdaftar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kami berharap ke depan perguruan ini bisa terus diperhatikan dan selalu diikutsertakan dalam berbagai event kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkap Syafruddin.
Perkuat Ketahanan Budaya
Disparbud Kabupaten Solok menilai keberadaan sasaran silek di nagari memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Minangkabau.
Silek tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga mengandung nilai kedisiplinan, keberanian, etika, tanggung jawab, serta filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau.
Karena itu, keberadaan sasaran-sasaran silek tradisional di tengah masyarakat dinilai penting untuk terus diperkuat agar generasi muda memiliki ruang untuk mengenal dan mempraktikkan warisan budaya daerahnya sendiri.
Melalui pemberian legalitas dan kunjungan langsung ke sasaran, Disparbud Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus mendukung simpul-simpul kebudayaan di tingkat nagari.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan budaya generasi muda Kabupaten Solok, sekaligus menjaga warisan silek Minangkabau agar tetap hidup dan berkembang dari generasi ke generasi. (Wr)


