10.2 C
Munich
Sabtu, September 12, 2026

Hapkido Sumbar Matangkan Persiapan Porprov XVI 2026, 15 Pelatih Ikuti Coaching Clinic

Must read

Padang, Fokuscyber.com –  Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus dimatangkan Pengurus Daerah (Pengda) Hapkido Sumatera Barat. Tak hanya fokus pada kesiapan atlet, peningkatan kualitas pelatih juga menjadi perhatian utama.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Coaching Clinic Pelatih Hapkido Sumatera Barat yang digelar di Hotel Pangeran Padang Panjang, Sabtu (5/09/26)

Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para pelatih Hapkido dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk menyamakan pemahaman, memperkuat kompetensi, sekaligus mematangkan program pembinaan atlet menjelang Porprov XVI Sumbar 2026.

Foto : pelatih Hapkido Sumatera (dok istimewa)

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Hapkido Sumatera Barat yang diwakili Muhammad Ikhlas, SH, MH, selaku Bendahara Umum Hapkido Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Muhammad Ikhlas menegaskan bahwa coaching clinic merupakan bagian penting dari strategi Pengda Hapkido Sumbar dalam meningkatkan kualitas pembinaan.

Menurutnya, keberhasilan atlet di arena pertandingan tidak terlepas dari kualitas pelatih yang berada di belakang mereka. Karena itu, peningkatan kapasitas pelatih harus dilakukan secara berkelanjutan dan mengikuti perkembangan regulasi pertandingan.

“Coaching clinic ini menjadi langkah strategis Pengda Hapkido Sumbar untuk meningkatkan kualitas pelatih sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat 2026,” ujarnya.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Yon Deri Karata, SE, MM, Sekretaris Umum Pengurus Daerah Hapkido Sumatera Barat sekaligus Technical Delegate Porprov cabang olahraga Hapkido Sumbar.

Dalam pemaparannya, Yon Deri membahas sejumlah aspek penting yang harus dipahami para pelatih, mulai dari perkembangan aturan pertandingan terbaru, program latihan berjenjang, manajemen tim hingga persiapan teknis dan nonteknis atlet.

Menurut Yon Deri, pemahaman terhadap regulasi pertandingan menjadi hal yang sangat penting. Pelatih tidak cukup hanya menguasai teknik latihan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan aturan pertandingan ke dalam program pembinaan atlet.

“Pelatih harus memiliki pemahaman yang sama, baik terkait aturan pertandingan maupun pola pembinaan. Dengan standar yang sama, kita berharap proses pembinaan atlet Hapkido di Sumatera Barat semakin terarah,” kata Yon Deri.

Selain Yon Deri Karata, coaching clinic juga menghadirkan Bambang Satria dan Abdul Halim Al Farisiy, yang merupakan Leader Hapkido Sumatera Barat.

Ketiganya memberikan perspektif berbeda yang saling melengkapi, sehingga para peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis pertandingan, tetapi juga wawasan mengenai pembinaan dan pengelolaan tim.

Coaching clinic tersebut diikuti 15 pelatih dari kabupaten/kota yang tergabung dalam Pengcab Hapkido se-Sumatera Barat.

Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya menyamakan persepsi dan standar pembinaan antarpelatih, meningkatkan kompetensi dan kesiapan sertifikasi pelatih dalam menghadapi event resmi, serta mematangkan strategi dan program latihan menuju Porprov XVI Sumbar 2026.

Selain itu, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara Pengda, Pengcab dan seluruh pelatih Hapkido di Sumatera Barat. Dengan semakin solidnya komunikasi di tingkat organisasi dan pelatih, diharapkan pembinaan atlet tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki arah dan standar yang sama.

Salah satu peserta coaching clinic berasal dari Kabupaten Solok. Kehadiran pelatih dari daerah tersebut menjadi bagian dari upaya Pengcab Hapkido Kabupaten Solok dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi Porprov XVI Sumbar.

Peserta menilai kegiatan seperti ini memberikan manfaat besar bagi pelatih karena materi yang diberikan dapat langsung menjadi bahan evaluasi dalam menyusun program latihan di daerah.

“Coaching clinic ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai aturan pertandingan, pola latihan dan persiapan atlet. Materi yang diperoleh bisa menjadi bekal untuk diterapkan dalam pembinaan di daerah,” ujar salah seorang peserta dari Kabupaten Solok.

Bagi Pengda Hapkido Sumatera Barat, pembinaan atlet menuju Porprov XVI bukan sekadar persoalan mengejar medali. Proses tersebut juga harus dibangun melalui sistem pembinaan yang terukur, berkelanjutan dan didukung pelatih yang kompeten.

Coaching Clinic Pelatih Hapkido Sumbar menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan meningkatnya kompetensi pelatih, diharapkan lahir program latihan yang lebih efektif dan mampu mengoptimalkan potensi atlet. Pada akhirnya, para atlet Hapkido Sumatera Barat diharapkan mampu tampil maksimal di Porprov XVI Sumbar 2026.

Pengda Hapkido Sumatera Barat juga berharap seluruh pelatih dapat membawa semangat yang sama ke daerah masing-masing: mencetak atlet berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas dan mengangkat prestasi Hapkido Sumatera Barat di tingkat provinsi maupun nasional. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article