5.9 C
Munich
Senin, Oktober 26, 2026

Dari Harapan Menjadi Kenyataan: Rumah Layak Huni Akan Ubah Wajah Kehidupan Bapak Yulianto

Must read

OKU — Bagi Bapak Yulianto, dinding yang makin tinggi dan kokoh di lahannya bukan sekadar tumpukan batu dan semen. Itu adalah fondasi masa depan yang lebih tenang, tempat berlindung yang aman, dan bukti bahwa kepedulian sesama warga serta kehadiran negara benar-benar terasa menyentuh kehidupannya. Di Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, rumah yang dibangun bersama Satgas TMMD 130 Kodim 0403/OKU dan warga kini perlahan berubah dari sekadar rencana menjadi kenyataan yang nyata di mata dan hati keluarga.

Selama ini, Bapak Yulianto berharap suatu hari memiliki tempat tinggal yang sehat dan layak bagi keluarganya. Kini, setiap pagi ia menyaksikan sendiri bagaimana harapan itu tumbuh dinding naik perlahan, kusen terpasang rapi, dan setiap sudut dibangun dengan ketulusan hati orang-orang yang datang membantu tanpa pamrih. Ia tidak hanya melihat bangunan yang kokoh, tetapi juga merasakan kehangatan kebersamaan yang menopangnya: tetangga yang menyempatkan waktu, personel TNI yang bekerja sungguh-sungguh di bawah terik, semua bergerak dengan satu niat agar keluarganya dapat segera menempati rumah yang layak.

“Dulu saya hanya bisa berharap. Kini setiap hari saya melihat perubahannya sendiri. Dinding makin tinggi, kerangka makin jelas. Ini bukan sekadar rumah bagi saya, ini jaminan keamanan bagi istri dan anak-anak. Terima kasih kepada semua yang telah mengusahakannya. Saya tidak akan melupakan kebaikan ini seumur hidup,” ujar Bapak Yulianto dengan mata berkaca-kaca.

Rumah ini kelak akan menjadi tempat di mana keluarga tumbuh sehat, anak-anak dapat belajar dengan tenang, dan setiap hari dimulai dengan perasaan aman. Itulah makna sesungguhnya dari program TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, melainkan menanamkan rasa percaya bahwa masyarakat tidak berjuang sendirian.

Dansatgas TMMD 130 Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa kemanfaatan jangka panjang menjadi prioritas utama:

“Kami tidak sekadar mendirikan dinding yang kokoh, melainkan membangun pondasi kehidupan yang lebih bermartabat bagi keluarga Bapak Yulianto. Rumah ini harus berdiri puluhan tahun, melindungi anak cucu mereka di masa depan. Inilah yang menjadi warisan terindah dari kebersamaan kita bukan beton dan batu, melainkan harapan yang nyata, keamanan yang terjamin, dan kasih sayang yang abadi,” tegasnya.

Pekerjaan terus berlanjut menuju pemasangan rangka atap, penutup, hingga pemasangan pintu dan jendela. Tak lama lagi, Bapak Yulianto dan keluarganya akan menempati rumah yang bukan hanya kokoh berdiri, tetapi juga hangat penuh kasih rumah yang dibangun oleh kebaikan tangan-tangan keluarga besar Desa Mengulak.(*)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article