22.6 C
Munich
Sabtu, September 12, 2026

Jelang SISSca 2026, Pemko Sawahlunto Ajak Media Sukseskan Karnaval Songket Silungkang Bertaraf Internasional

Must read

Sawahlunto, Fokuscyber – Pemerintah Kota Sawahlunto terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSca) 2026. Berbagai persiapan dan strategi promosi dibahas dalam Jumpa Pers bersama insan media yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, Selasa (1/9/2026).

Jumpa pers tersebut dipimpin langsung Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Riyanda menegaskan bahwa SISSca 2026 memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya Kota Sawahlunto. Tahun ini, SISSca kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

“Ini merupakan kali kelima SISSca masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata,” ujar Riyanda.

Menurutnya, masuknya SISSca dalam KEN bukan hanya sekadar sebuah label, tetapi menjadi bentuk pengakuan nasional terhadap potensi budaya Sawahlunto yang memiliki daya tarik wisata.

“Status ini bukan sekadar label, tetapi merupakan pengakuan nasional bahwa budaya Sawahlunto memiliki daya tarik wisata yang diakui,” tegasnya.

SISSca 2026 juga diproyeksikan semakin meriah karena akan dihadiri oleh sejumlah tamu mancanegara. Karena itu, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, insan media, pelaku pariwisata, serta pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Dengan akan hadirnya tamu-tamu mancanegara, mari kita sukseskan SISSca 2026 bersama-sama,” ajaknya.

Sementara itu, Songket Silungkang sendiri memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat. Songket khas Sawahlunto tersebut dikenal sebagai salah satu warisan budaya yang telah berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat Silungkang.

Songket Silungkang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 8 Oktober 2019. Keunikan songket ini tidak hanya terletak pada motif dan hasil tenunannya, tetapi juga pada filosofi proses pembuatannya yang dikenal dengan aktivitas 5M, yakni Mancolok, Manuriang, Mahani, Maharok, dan Mananun.

Filosofi 5M tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Silungkang sekaligus memperlihatkan bahwa proses pembuatan songket bukan sekadar aktivitas ekonomi dan kerajinan, melainkan warisan pengetahuan serta tradisi yang terus dipelihara lintas generasi.

Melalui SISSca 2026, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap Songket Silungkang semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Event tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota wisata berbasis sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif.

Pemko Sawahlunto juga berharap dukungan media dapat memperluas publikasi dan gaung SISSca 2026 sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Sawahlunto serta memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata daerah. (Suherman)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article