22.6 C
Munich
Sabtu, September 12, 2026

Perkuat Layanan Kesehatan Pekerja, KAI Divre II Sumbar Gandeng RSU Bunda Padang

Must read

Padang, Fokuscyber— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pekerja. Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Padang.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KAI Divre II Sumbar dan RSU Bunda Padang yang berlangsung di Ruang Rapat Buya Hamka, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Comercial Dept Head RS Bunda Padang, Farah Kemala Putri, SH, MH, Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang, dr. Akmal, serta jajaran RSU Bunda Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan pekerja dan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.

“Kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KAI. Melalui kerja sama dengan RSU Bunda Padang, kami berharap akses terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan rujukan dan pemeriksaan lanjutan, dapat semakin mudah bagi para pekerja dan masyarakat,” ujar Reza.

Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan yang menghadirkan dr. Akmal selaku Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang. Materi yang disampaikan mencakup gejala stroke, faktor risiko, langkah pencegahan, serta pentingnya mengenali tanda-tanda awal stroke.

Menurut dr. Akmal, stroke merupakan kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera. Karena itu, masyarakat perlu memahami gejala awal agar pertolongan medis dapat diberikan sesegera mungkin.

“Stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Semakin cepat gejala dikenali dan pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk meminimalkan dampak yang lebih serius,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunda mendapatkan pertolongan apabila menemukan gejala yang mengarah pada stroke.

Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para pekerja mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi terkait kesehatan saraf, faktor risiko stroke, upaya pencegahan, hingga tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan gejala stroke pada diri sendiri maupun orang lain.

Perluas Jejaring Rumah Sakit Rujukan

Untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih komprehensif, KAI Divre II Sumbar sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit rujukan di Sumatera Barat.

Di antaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Siti Hawa, RSIA CICIK, RS Semen Padang Hospital, RS Siti Rahmah, RST Reksodiwiryo, RS Naili DBS, RS Universitas Andalas, RS Mutiara Bunda, RSIA Restu Ibu, RS Aisyiyah, RS TMC Pariaman, dan RS Hermina.

Selain rumah sakit, jejaring layanan kesehatan juga diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah provider optik, yakni Padang Optical, Optik Surya Pariaman, dan Optik Mulia Lubuk Alung.

Reza mengatakan penguatan layanan kesehatan bagi pekerja tidak hanya dilakukan melalui penyediaan akses terhadap fasilitas medis, tetapi juga dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan.

“Kami ingin layanan kesehatan bagi pekerja tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan dan provider merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem layanan kesehatan pekerja yang semakin lengkap.

KAI Divre II Sumbar pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan pekerja melalui penguatan fasilitas kesehatan, perluasan jejaring rujukan, serta edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

Dengan terjalinnya kerja sama KAI Divre II Sumbar dan RSU Bunda Padang, akses terhadap layanan kesehatan diharapkan semakin mudah. Di sisi lain, edukasi kesehatan yang diberikan juga diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja untuk menerapkan pola hidup sehat serta lebih tanggap mengenali berbagai gejala penyakit, termasuk stroke, sejak dini.

Reza

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article