9 C
Munich
Jumat, Oktober 23, 2026

Tradisi Emas di Pundak Pendekar Luhak Nan Tuo

Must read

Batusangkar, Fokuscyber — Langkah kaki 18 atlet pencak silat terbaik Kabupaten Tanah Datar resmi dilepas menuju medan laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat. Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat di depan Gedung Nasional Suri Maharajo Dirajo pada Kamis (1/10) ini, menjadi simbol restu bagi para pendekar yang siap bertarung di Gedung Serba Guna Politeknik Payakumbuh.

Bersama jajaran pelatih dan ofisial, total 23 personel kontingen dilepas dengan satu misi besar: mempertahankan supremasi silat di tingkat provinsi.

Ajang Porprov kali ini bukan sekadar panggung kompetisi biasa bagi ikatan pesilat Tanah Datar. Daerah yang dikenal sebagai Luhak Nan Tuo ini memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga tradisi. Berdasarkan catatan prestasi pada gelaran-gelaran Porprov sebelumnya, cabang olahraga pencak silat hampir tidak pernah absen menyumbangkan medali emas. Sejarah manis inilah yang kini menjadi pelecut semangat sekaligus tantangan bagi generasi atlet yang berangkat tahun ini.
Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tanah Datar menegaskan bahwa prestasi tidak boleh diraih dengan mengorbankan kehormatan. Ia menitipkan pesan mendalam agar seluruh atlet dari berbagai perguruan silat yang bersatu dalam kontingen ini, tetap menjaga nama baik daerah dan panji perguruan masing-masing. Di atas gelanggang, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap instruksi pelatih menjadi kunci utama untuk meredam kekuatan lawan secara elegan.

Sejalan dengan prinsip tersebut, Wakil Ketua KONI Tanah Datar, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH, MH, mengingatkan esensi sejati dari seorang petarung. Di hadapan para atlet, Mustafa menekankan bahwa setiap pukulan, tendangan, dan bantingan yang dilepaskan di arena bukan lagi atas nama pribadi. Ada nama besar Kabupaten Tanah Datar yang dibawa di pundak mereka, sehingga semangat kebersamaan dan kekompakan tim harus tetap solid hingga kompetisi usai.

Optimisme tinggi yang diusung oleh KONI dan IPSI ini didasarkan pada kalkulasi matang dari porsi latihan intensif yang telah dilewati para atlet. Nama-nama seperti Alfharuq Maulana Habibi, Alviatur Rahmania, hingga Zadha Aprillisia, diyakini mampu tampil maksimal berkat polesan dingin tim pelatih yang dikomandoi Cory Mita Kurnia dan kawan-kawan. Aspek teknis dan mental bertanding dinilai sudah berada pada level siap tempur untuk menghadapi ketatnya persaingan di Payakumbuh.

Kini, target tinggi membawa pulang medali emas berada di tangan 23 patriot olahraga tersebut. Dengan kolaborasi penuh dari pemerintah daerah, pengurus cabor, serta doa dari masyarakat Tanah Datar, kontingen ini diharapkan mampu tampil tanpa beban dan penuh percaya diri.

Gelanggang Porprov Sumbar akan menjadi pembuktian apakah tradisi emas silat Tanah Datar mampu dirawat dengan baik atau justru menemui babak baru. (ant)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article