10.2 C
Munich
Sabtu, September 12, 2026

Jelang Porprov 2026, KONI se-Sumbar Rapatkan Barisan: Jangan Sampai Berujung Masalah Hukum

Must read

Padang, Fokuscyber.com — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 semakin dekat. Di tengah waktu persiapan yang terus berjalan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten dan kota se-Sumatera Barat bersama KONI Sumbar mulai merapatkan barisan.

Konsolidasi tersebut dilakukan dalam rapat bersama di Kantor KONI Sumbar, Senin (7/9/2026) malam. Pertemuan menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh persiapan Porprov berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kontingen, administrasi, anggaran maupun penyelenggaraan.

Ketua KONI Sumbar Hamdanus hadir bersama Ketua PB Porprov Editiawarman. Sejumlah pimpinan KONI kabupaten dan kota juga hadir, di antaranya Ketua KONI Kota Solok Rudi Horison, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi, Ketua KONI Sawahlunto Jhon Reflita, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD.

Kemudian Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Ketua KONI Tanah Datar Novitra Kemala, Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman, Karteker KONI Kabupaten Agam Syahindra Nurben, Ketua KONI Pasaman Barat Wahidul Basri serta sejumlah pimpinan KONI kabupaten dan kota lainnya.

Hamdanus mengatakan, pertemuan tersebut membahas sejumlah hal penting yang menjadi domain KONI maupun domain kepala daerah dalam persiapan Porprov XVI Sumbar.

Menurutnya, domain KONI berkaitan dengan kesiapan kontingen. Mulai dari menyiapkan atlet, pelatih hingga berbagai kelengkapan administrasi yang dibutuhkan untuk mengikuti pertandingan.

Sementara itu, domain kepala daerah lebih berkaitan dengan kebijakan penyelenggaraan, termasuk jadwal pelaksanaan, percepatan anggaran bagi kontingen KONI daerah serta dukungan anggaran bagi daerah yang menjadi tuan rumah.

Pembagian domain tersebut dinilai penting agar masing-masing pihak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

Hamdanus menegaskan, seluruh KONI daerah bersama KONI Sumbar sepakat untuk melaksanakan Porprov sesuai perencanaan kepala daerah dengan tetap memperhatikan ketersediaan waktu persiapan dan aspek administrasi keuangan.

Menurutnya, Porprov 2026 memiliki arti penting karena ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut telah cukup lama tidak digelar.

“Bagaimanapun Porprov sudah absen 8 tahun, sehingga perencanaannya juga mesti optimal, dilaksanakan secara terukur sesuai regulasi,” ujar Hamdanus.

Ia menekankan, keberhasilan Porprov tidak hanya diukur dari banyaknya pertandingan atau prestasi atlet. Aspek administrasi dan tata kelola juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Targetnya, penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar dapat berjalan dengan tiga indikator utama: sukses administrasi, sukses prestasi dan sukses pelaksanaan.

“Sehingga pelaksanaan Porprov bisa sukses administrasi, sukses prestasi, sukses pelaksanaan. KONI daerah tidak ingin nantinya penyelenggaraan Porprov berdampak kepada masalah hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian serius mengingat penyelenggaraan event olahraga berskala besar melibatkan anggaran, pengadaan, administrasi kontingen serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.

Dengan jadwal Porprov yang semakin dekat, KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota akan terus memperkuat konsolidasi, baik secara internal maupun eksternal.

Koordinasi antarkabupaten dan kota dinilai penting untuk memastikan tidak ada persoalan yang baru muncul ketika pelaksanaan sudah berada di depan mata.

“Diharapkan juga semua pihak terkait dapat mendukung penyelenggaraan Porprov,” pungkas Hamdanus.

Kini, bola persiapan berada di tangan seluruh pemangku kepentingan. Setelah delapan tahun menunggu, Porprov Sumbar 2026 bukan sekadar soal siapa yang meraih medali terbanyak, tetapi juga bagaimana pesta olahraga tersebut dapat digelar secara profesional, transparan dan sesuai regulasi. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article