9.5 C
Munich
Sabtu, Oktober 31, 2026

Bupati Solok dan Irman Gusman Bahas Pemulihan Pascabencana Arosuka

Must read

Arosuka, Fokuscyber – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Barat, Irman Gusman, S.E., M.B.A., mengunjungi Posko Utama Bencana Banjir Bandang Arosuka, Jumat (9/10/2026), untuk melihat penanganan bencana sekaligus mendorong percepatan pemulihan masyarakat terdampak di Kabupaten Solok.

Kunjungan tersebut disambut Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., bersama Asisten II Jefrizal, S.Pt., M.M., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I., beserta unsur terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Solok memaparkan dampak banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Arosuka, terutama terhadap permukiman warga dan kawasan perkantoran. Bencana itu terjadi setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau selama hampir tiga bulan, yang kemudian diikuti hujan berintensitas tinggi.

Jon Firman Pandu menjelaskan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan darurat serta pemulihan wilayah terdampak.

Dukungan peralatan berat, ekskavator, truk, dan kebutuhan operasional lainnya menjadi faktor penting dalam mempercepat pembersihan material banjir. Hingga laporan disampaikan, sekitar 95 persen rumah warga terdampak dilaporkan telah dibersihkan dari lumpur. Upaya pemulihan juga mencakup penyaluran bantuan listrik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian terkait, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, serta seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, mulai dari penanganan rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, hingga pengembalian pelayanan publik agar kembali berjalan optimal.

Karena itu, dukungan dan koordinasi lintas sektor masih diperlukan agar proses pemulihan dapat berlangsung secara terencana dan berkelanjutan.

Sementara itu, Irman Gusman menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Solok. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak setelah memperoleh informasi mengenai bencana tersebut untuk mendorong peninjauan langsung dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.

Irman menegaskan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya, termasuk berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau *Ring of Fire*. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan, mitigasi, dan koordinasi antarlembaga menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko serta dampak bencana.

Berdasarkan pengalamannya dalam penanganan berbagai bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh, Irman menilai bahwa keberhasilan penanggulangan bencana membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

Kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, serta ketepatan penyaluran bantuan, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar penanganan di lapangan berjalan efektif dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Ia juga mendorong agar bencana banjir bandang di Arosuka menjadi momentum evaluasi terhadap sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Masukan dari pemerintah daerah, tenaga ahli, dan berbagai pemangku kepentingan perlu dibahas bersama sebagai dasar perbaikan sistem penanggulangan bencana ke depan.

Selain itu, Irman menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dan perhatian terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana serta membangun daerah yang lebih tangguh menghadapi ancaman alam.

Kunjungan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan berbagai pihak terus berlanjut, terutama dalam penanganan rumah rusak, pemulihan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan masyarakat, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Melalui sinergi lintas sektor dan langkah pemulihan yang terarah, kondisi masyarakat dan infrastruktur di kawasan terdampak diharapkan segera pulih sehingga aktivitas warga dan pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan normal.

Wahyu

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article