Kota Solok, Fokuscyber.com – Sabtu pagi di GOR Kota Solok bukan sekadar seremoni olahraga. Di lantai arena, lintasan, dan sudut-sudut pemanasan, 615 atlet dari 44 cabang olahraga datang membawa harapan yang sama: lolos seleksi dan menjadi bagian dari kontingen Kota Solok menuju Porprov Sumatera Barat XVI Tahun 2026.
Di atas kertas, angka itu tampak mengesankan. Namun di baliknya tersimpan realitas yang jauh lebih keras: hanya sekitar 420 atlet dan pelatih yang akan masuk program pembinaan resmi KONI Kota Solok. Artinya, ratusan peserta harus bersaing ketat sejak tahap awal pre test yang digelar 13–16 Juni 2026.
Misi yang Dipasang Tinggi: Lima Besar Sumbar
Ketua Umum KONI Kota Solok, H. Rudi Horizon, tidak menyembunyikan target besar yang ingin dicapai. Pre test ini, kata dia, merupakan langkah strategis untuk mewujudkan ambisi Kota Solok menembus lima besar klasemen akhir Porprov Sumbar XVI.
“Kita ingin Kota Solok mampu bersaing di papan atas dan masuk lima besar Sumatera Barat. Karena itu seluruh atlet harus menunjukkan kemampuan terbaik sejak tahap seleksi ini.”
Pernyataan itu mengubah atmosfer seleksi menjadi lebih dari sekadar pencarian peserta. Ia menjadi bagian dari proyek prestasi daerah.
Dari Pendataan ke Penyaringan
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kota Solok, Yon Deri Karata, SE, MM, menjelaskan bahwa pre test bukan kegiatan mendadak. Tahapannya diawali dengan rapat konsolidasi bersama cabang olahraga, pendataan atlet berprestasi, hingga monitoring langsung ke masing-masing cabor.
“Hasil pendataan dan monitoring menunjukkan terdapat sekitar 615 atlet dari 44 cabang olahraga yang terdaftar sebagai calon peserta Porprov 2026. Melalui tahapan seleksi ini akan dipilih atlet-atlet terbaik untuk memperkuat Kota Solok.”
Kalimat “atlet-atlet terbaik” terdengar sederhana, tetapi implikasinya jelas: seleksi akan mengeliminasi peserta yang belum memenuhi standar pembinaan menuju Porprov.
Wakil Wali Kota: Ini Fondasi, Bukan Formalitas
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa pre test harus dipandang sebagai fondasi pembentukan kontingen, bukan sekadar agenda rutin.
“Pre test ini bukan sekadar seleksi biasa, tetapi menjadi fondasi awal dalam membangun kontingen yang kuat dan kompetitif. Saya berharap seluruh atlet mengikuti tahapan ini dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.”
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Solok akan terus mendukung pembinaan olahraga daerah karena prestasi atlet merupakan kebanggaan masyarakat dan daerah..
“Kami ingin melihat Kota Solok semakin diperhitungkan di tingkat Sumatera Barat. Karena itu, pemerintah akan terus bersinergi dengan KONI, cabang olahraga, pelatih, dan seluruh pihak terkait untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.”
Satu kalimat Suryadi memberi dimensi tambahan pada seleksi ini: Kota Solok berstatus salah satu tuan rumah cabang olahraga pada Porprov Sumbar XVI.
Status tuan rumah kerap menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, dukungan publik lebih besar. Di sisi lain, ekspektasi juga meningkat. Atlet tidak hanya dituntut lolos seleksi, tetapi juga diharapkan mampu tampil maksimal di depan masyarakat sendiri.
“Tidak ada prestasi yang diraih secara instan. Semua membutuhkan pengorbanan, disiplin, dan kerja keras. Saya berharap atlet Kota Solok mampu menjaga semangat, fokus berlatih, dan menunjukkan mental juara sehingga target masuk lima besar Porprov Sumbar XVI dapat kita capai bersama.”
Apa yang Sebenarnya Dipertaruhkan?
Bagi sebagian atlet, pre test hanyalah satu tahap menuju pemusatan latihan. Bagi banyak lainnya, ini adalah gerbang penentu apakah mereka akan tetap berada di jalur pembinaan atau tersingkir sebelum program utama dimulai.
Selama empat hari ke depan, GOR Kota Solok akan menjadi tempat penyaringan ambisi. Nama-nama yang lolos belum tentu menjamin medali. Namun nama-nama yang gagal melewati tahap ini hampir pasti kehilangan kesempatan menjadi bagian dari kontingen Porprov 2026.
Dan ketika target yang dipasang adalah lima besar Sumatera Barat, KONI Kota Solok tampaknya memilih satu pesan yang jelas sejak awal: tidak ada ruang bagi persiapan setengah matang. (A3)


