9 C
Munich
Jumat, Oktober 23, 2026

Tiga Bank di Sawahlunto Salurkan Bantuan Masker untuk Masyarakat melalui Komunitas Wartawan Peduli Kabut Asap 2026

Must read

Sawahlunto, Fokuscyber – Menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap, tiga bank besar di Kota Sawahlunto, yakni Bank Nagari, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri, menyalurkan bantuan masker kepada Komunitas Wartawan Peduli Kabut Asap Sawahlunto 2026.

Bantuan tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di luar ruangan, seperti pelajar, tukang ojek, pengendara sepeda motor, dan pejalan kaki.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di kantor masing-masing bank. Bantuan dari Bank Nagari diserahkan oleh Bapak Irfan yang mewakili pimpinan Bank Nagari Sawahlunto. Sementara itu, bantuan dari Bank BRI diserahkan langsung oleh pimpinan BRI Sawahlunto, Bapak Cherismon, di ruang kantornya.

Adapun bantuan dari Bank Mandiri diserahkan oleh Bapak Welky bersama staf manajemen Bank Mandiri di ruang kantor setempat. Seluruh bantuan tersebut diterima langsung oleh Yanto selaku Ketua Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto.

Kegiatan sosial ini terlaksana melalui kerja sama dengan Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) DPC Sawahlunto sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat yang berpotensi terdampak kabut asap.

Yanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan Bank Nagari, Bank BRI, dan Bank Mandiri yang telah menunjukkan kepedulian nyata melalui bantuan masker tersebut.

Menurutnya, bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan partikel debu dan asap saat beraktivitas di luar ruangan. Ia juga berharap gerakan kepedulian sosial seperti ini terus berlanjut dan tidak berhenti hanya pada pembagian masker.

Yanto: Komunitas Wartawan Peduli Konsisten Bergerak Selama 13 Tahun

Yanto menjelaskan bahwa Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto telah menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan selama kurang lebih 13 tahun. Selama itu pula, komunitas tersebut berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di Kota Sawahlunto maupun di berbagai daerah yang dilanda bencana.

Ia mengenang sejumlah kegiatan kemanusiaan yang pernah dilakukan, di antaranya penyaluran bantuan bagi korban bencana di Banda Aceh saat gempa Sigli, serta bantuan untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Komunitas tersebut juga pernah menggalang bantuan bagi korban bencana di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, dan pakaian layak pakai, tetapi juga uang tunai yang diberikan langsung kepada keluarga terdampak melalui posko atau tenda pengungsian. Dalam sejumlah kegiatan, bantuan uang tunai sebesar Rp2.500.000 diberikan kepada keluarga yang rumahnya hanyut akibat bencana.

Menurut Yanto, berbagai kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat tingginya kepedulian dan antusiasme masyarakat Sawahlunto dalam membantu sesama.

“Setiap mendengar kabar bencana, apalagi yang menimbulkan korban jiwa, hati saya selalu tersentuh. Saya merasa terpanggil untuk menggerakkan masyarakat agar ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap kali komunitas menggalang bantuan melalui posko peduli, masyarakat Sawahlunto selalu menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

Berharap Lebih Banyak Pihak Tergerak Membantu

Di balik semangat kemanusiaan tersebut, Yanto juga berharap semakin banyak pihak, termasuk perusahaan dan lembaga yang menjalankan aktivitas di Sawahlunto, turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Ia mengaku terkadang merasa prihatin ketika ajakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan belum mendapatkan tanggapan yang diharapkan. Menurutnya, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui anggaran besar, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menggalang sumbangan sukarela di lingkungan kerja.

“Untuk membantu sesama, tidak harus selalu menggunakan anggaran besar. Kita bisa memulainya dengan menggerakkan kepedulian bersama, misalnya melalui kotak sumbangan sukarela. Berapa pun hasilnya, jika diberikan dengan tulus, tentu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Yanto berharap semakin banyak perusahaan, lembaga, dan masyarakat yang tergerak untuk berbagi, terutama ketika terjadi bencana maupun saat warga menghadapi persoalan kesehatan dan sosial.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini mendukung berbagai kegiatan Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto.

Berbagi Takjil Ramadan hingga Bantuan Kemanusiaan

Selain bergerak saat terjadi bencana, Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto juga rutin mengadakan kegiatan berbagi takjil gratis sepanjang bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang terus dipertahankan selama perjalanan komunitas selama 13 tahun.

Yanto berharap semangat berbagi tersebut dapat terus terjaga dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia secara khusus mengapresiasi langkah Bank Nagari, Bank BRI, dan Bank Mandiri yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pembagian masker bagi masyarakat Sawahlunto.

“Terima kasih kepada pimpinan Bank Nagari, Bank BRI, dan Bank Mandiri atas kepedulian dan bantuan masker untuk masyarakat. Semoga kepedulian ini terus berlanjut dan ke depan semakin banyak pihak yang ikut dalam gerakan kemanusiaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto berharap bantuan masker dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Sawahlunto.

Gerakan kecil dengan kepedulian bersama diharapkan mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat.

(Suherman)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article