12.2 C
Munich
Selasa, September 15, 2026

Surau Tepi Aia Silungkang Resmi Berubah Menjadi Masjid, Wali Kota Sawahlunto Tandatangani Prasasti

Must read

Sawahlunto, Fokuscyber — Setelah melalui proses panjang dan mendapat dukungan masyarakat serta tokoh adat, Surau Tepi Aia Silungkang, Desa Silungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, resmi berubah status menjadi Masjid Tepi Aia Silungkang.

Peresmian perubahan status tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.I.P.

Perubahan status rumah ibadah ini bukan sekadar pergantian nama. Proses tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap tempat ibadah yang lebih luas, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda.

Ketua Masjid Tepi Aia Silungkang, Drs. Dasril Munir, M.M., dalam sambutannya mengungkapkan perjalanan panjang Surau Tepi Aia hingga akhirnya berstatus sebagai masjid.

Menurut Dasril, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan berbagai pembatasan terhadap kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk pelaksanaan ibadah. Kondisi itu kemudian mendorong masyarakat memanfaatkan Surau Tepi Aia sebagai salah satu lokasi pelaksanaan salat Jumat dan salat Idul Adha.

Seiring waktu, jumlah jamaah yang datang semakin meningkat. Kondisi tersebut kemudian mendorong pengurus dan masyarakat untuk mengembangkan surau agar mampu menampung kebutuhan umat sekaligus meningkatkan fungsi rumah ibadah.

“Awalnya karena Covid-19. Saat itu ada pengaturan dan pembatasan perkumpulan manusia, termasuk dalam pelaksanaan ibadah. Akhirnya Surau Tepi Aia digunakan untuk salat Jumat dan juga salat Idul Adha,” ujar Dasril dalam sambutannya.

Ia mengatakan, meningkatnya jumlah jamaah menjadi motivasi bagi pengurus untuk mengambil langkah lebih besar.

“Karena semakin banyak jamaah, nyali pengurus juga harus ditingkatkan untuk mengembangkan surau ini menjadi masjid,” ungkapnya.

Keinginan tersebut kemudian mendapat dukungan dari unsur adat. Setelah melalui proses di tingkat nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Silungkang menyetujui perubahan status Surau Tepi Aia menjadi Masjid Tepi Aia Silungkang.

Proses perubahan status tersebut memasuki salah satu tahapan penting pada 26 Juni 2026, ketika dokumen perubahan ditandatangani oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.I.P.

Setelah seluruh proses dilalui, Senin, 14 September 2026 menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Silungkang. Selain peresmian perubahan status, kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti Masjid Tepi Aia Silungkang oleh Wali Kota Sawahlunto.

Peresmian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta jamaah.

Hadir di antaranya Ketua KAN Silungkang, Camat Silungkang, jajaran kepolisian, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pemuda Payung Balai, sejumlah organisasi kemasyarakatan, serta jamaah majelis taklim.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan bahwa Masjid Tepi Aia Silungkang bukan hanya menjadi kebanggaan pengurus dan jamaah, tetapi juga bagian dari perjalanan sosial dan keagamaan masyarakat Silungkang.

Dengan perubahan status tersebut, masyarakat berharap Masjid Tepi Aia Silungkang tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah wajib, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, silaturahmi, pembinaan generasi muda, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Perjalanan Surau Tepi Aia hingga menjadi masjid menjadi bukti bahwa rumah ibadah dapat tumbuh mengikuti kebutuhan umat.

Berawal dari keterbatasan pada masa pandemi, lahir sebuah ikhtiar untuk memperluas pelayanan kepada jamaah. Kini, ikhtiar tersebut mencapai momentum penting dengan resminya Surau Tepi Aia Silungkang menjadi Masjid Tepi Aia Silungkang.

Masyarakat berharap masjid yang berada di jantung kehidupan masyarakat Silungkang tersebut semakin makmur oleh jamaah, semakin hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, serta menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang mencintai masjid dan agama.

(Suherman)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article