Padang Pariaman, Fokuscyber.com — Kontingen Kota Solok mencatatkan prestasi terbaik sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat. Pada edisi XVI tahun 2026, Kota Solok berhasil menempati posisi Juara Umum II dengan raihan 139 medali emas, 113 perak, dan 98 perunggu, sehingga total koleksi mencapai 350 medali.
Pengumuman prestasi tersebut berlangsung dalam upacara penutupan Porprov XVI Sumbar di Stadion Utama Sikabu, Padang Pariaman, Rabu (14/10/2026). Suasana haru dan bangga menyelimuti rombongan kontingen ketika nama Kota Solok bergema sebagai salah satu kekuatan olahraga terbaik di Sumatera Barat.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan olahraga Kota Solok. Di tengah persaingan antarkabupaten dan kota, kontingen tersebut mampu membuktikan bahwa kesungguhan dalam pembinaan, disiplin latihan, serta dukungan berbagai pihak dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., menerima piala penghargaan atas keberhasilan kontingen dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia menegaskan bahwa capaian Juara Umum II bukan semata-mata tentang jumlah medali, melainkan bukti nyata kekuatan persatuan dan kepercayaan terhadap potensi putra-putri daerah.
“Hari ini bukan sekadar tentang piala atau medali yang kita bawa pulang. Hari ini adalah bukti bahwa ketika kita bersatu, ketika kita percaya pada potensi diri sendiri, tidak ada yang mustahil bagi Kota Solok,” ungkap Ramadhani.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan sejarah baru yang lahir dari perjuangan bersama seluruh unsur yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan Porprov.
“Capaian Juara Umum II ini adalah sejarah baru yang kita ukir bersama. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan hari ini menjadi kenyataan,” lanjutnya.
Ramadhani turut menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, ofisial, keluarga atlet, KONI Kota Solok, DPRD Kota Solok, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam perjalanan kontingen.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing pada kompetisi berikutnya.
“Biarlah keberhasilan hari ini menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah, bukan alasan untuk berhenti berjuang. Kota Solok percaya pada kalian, dan Kota Solok akan selalu mendukung langkah-langkah kalian ke depan,” tuturnya dengan haru.
Ketua Umum KONI Kota Solok, H. Rudi Horizon, mengaku lega sekaligus terharu melihat hasil yang diraih kontingen setelah melewati proses persiapan yang penuh tantangan.
Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Kerja keras atlet, kesabaran pelatih, serta komitmen seluruh unsur pendukung menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju podium penghargaan.
“Jujur, perjalanan menuju hari ini tidaklah mulus. Ada masa-masa sulit, ada kekhawatiran, ada tantangan yang harus kita hadapi bersama. Namun, kita berpegang pada satu keyakinan, jika kita berjalan bersama, saling mendukung, dan tidak pernah menyerah, hasil yang indah pasti akan tiba pada waktunya,” ujar Rudi.
Ia mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pencapaian di Porprov XVI harus dijadikan modal untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi.
“Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang diraih hari ini. Anggaplah ini sebagai awal, bukan akhir. Ketinggian prestasi hari ini harus menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi lagi di masa mendatang,” pesannya.
Bagi KONI Kota Solok, hasil tersebut sekaligus menjadi evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan kualitas latihan, serta mempersiapkan atlet potensial agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Prestasi kontingen Kota Solok turut mendapat perhatian dari kalangan pers. Wartawan senior media Rakyatsumbar.com, Tommy, menilai keberhasilan meraih posisi kedua dengan total 350 medali telah menggetarkan persaingan olahraga antarkota dan kabupaten di Sumatera Barat.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Kota Solok layak diperhitungkan dalam peta kekuatan olahraga daerah. Perolehan 139 emas menjadi salah satu indikator keberhasilan atlet dalam menghadapi persaingan ketat di berbagai cabang olahraga.
Hasil itu juga menunjukkan bahwa besarnya wilayah maupun jumlah penduduk bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Keseriusan pembinaan, strategi pertandingan, kualitas sumber daya manusia, dan dukungan pemerintah serta masyarakat memiliki peran penting dalam melahirkan prestasi.
Porprov XVI Sumatera Barat 2026 telah berakhir, tetapi pekerjaan untuk menjaga kesinambungan prestasi masih menanti. Capaian Juara Umum II menjadi modal berharga bagi Kota Solok untuk memperkuat pembinaan sejak usia dini, meningkatkan kompetensi pelatih, serta memberikan ruang lebih luas bagi atlet potensial.
Sebanyak 139 medali emas, 113 perak, dan 98 perunggu bukan sekadar angka dalam klasemen akhir. Di baliknya terdapat pengorbanan, kedisiplinan, dukungan keluarga, serta semangat kolektif untuk mengharumkan nama daerah.
Keberhasilan tersebut sekaligus menghadirkan optimisme bagi generasi muda bahwa prestasi besar dapat diraih melalui kerja keras dan kesempatan yang didukung pembinaan secara berkelanjutan.
Kini, tantangan Kota Solok adalah mempertahankan momentum, memperbaiki kekurangan, dan menjadikan keberhasilan Porprov XVI sebagai fondasi menuju pencapaian yang lebih tinggi.
Sejarah telah tercatat di Stadion Utama Sikabu. Kota Solok pulang membawa 350 medali sekaligus kebanggaan masyarakat, dengan harapan bahwa prestasi ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan olahraga yang semakin gemilang. (A3)


