Kota Solok, Fokuscyber.com — Pelaksanaan pre test calon atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 yang berlangsung selama empat hari resmi berakhir. Namun, selesainya rangkaian pengujian tersebut bukan menjadi akhir dari proses pembinaan atlet Kota Solok. Sebaliknya, hasil evaluasi yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok justru melahirkan keputusan tegas terhadap cabang olahraga (cabor) yang tidak mengikuti tahapan tersebut.
Bertempat di ruang rapat KONI Kota Solok, jajaran pengurus bersama tim penguji langsung menggelar rapat evaluasi usai kegiatan ditutup. Rapat dipimpin Ketua Umum KONI Kota Solok, H. Rudi Horizon, didampingi Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi dan Pengumpulan Data, Yon Deri Karata, SE, MM, serta seluruh tim penguji yang terlibat dalam pelaksanaan pre test.
Dalam rapat tersebut, Rudi Horizon menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, dan tim penguji yang telah bekerja maksimal sehingga kegiatan berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan data awal yang menjadi dasar pembinaan atlet menuju Porprov XVI Sumbar.
Menurutnya, pre test bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan instrumen penting untuk mengukur kesiapan fisik, teknik, serta komitmen atlet dan cabang olahraga dalam menghadapi persaingan di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Data yang diperoleh dari pre test akan menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya. Karena itu, setiap cabang olahraga harus menunjukkan keseriusan dan komitmennya,” ujar Rudi.
Dari hasil pembahasan dan masukan seluruh tim penguji, rapat akhirnya menghasilkan keputusan bersama yang cukup tegas. KONI Kota Solok memberikan kesempatan satu kali lagi kepada cabang olahraga yang belum mengikuti pre test.
Namun kesempatan tersebut menjadi peluang terakhir. Jika hingga batas waktu yang ditentukan cabor bersangkutan tetap tidak mengikuti tahapan yang telah disiapkan KONI, maka cabang olahraga tersebut akan dianggap tidak siap menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk komitmen KONI Kota Solok dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang profesional, terukur, dan berbasis data.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi dan Pengumpulan Data KONI Kota Solok, Yon Deri Karata, menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga harus memahami pentingnya proses evaluasi sejak awal.
“Target Kota Solok pada Porprov XVI Sumbar adalah masuk lima besar. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kesiapan yang matang dari seluruh cabang olahraga. Pre test menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet maupun cabor dalam menghadapi kompetisi sesungguhnya,” tegas Yon Deri Karata.
Ia menambahkan, hasil pre test akan menjadi dasar penyusunan program latihan lanjutan, pemetaan kekuatan atlet, hingga langkah-langkah strategis yang akan dilakukan KONI dalam mempersiapkan kontingen Kota Solok.
Dengan berakhirnya pelaksanaan pre test, KONI Kota Solok kini memasuki tahapan berikutnya, yakni menganalisis seluruh hasil pengujian untuk memastikan setiap atlet yang nantinya memperkuat kontingen benar-benar memiliki kesiapan fisik, mental, dan teknik yang sesuai standar.
Langkah tegas terhadap cabor yang tidak mengikuti pre test sekaligus menjadi sinyal bahwa KONI Kota Solok tidak lagi mengandalkan pendekatan seremonial dalam pembinaan olahraga. Menuju Porprov XVI Sumbar 2026, seluruh cabang olahraga dituntut bekerja lebih serius demi mewujudkan target besar Kota Solok menembus lima besar klasemen perolehan medali. (A3)


