16.3 C
Munich
Sabtu, Agustus 22, 2026

Presiden Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar, 38 Ribu Hektare Lahan Terbakar

Must read

Pontianak, Fokuscyber — Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke Kalimantan Barat untuk memantau sekaligus mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Presiden tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB. Setibanya di Kalimantan Barat, Prabowo langsung menuju Lanud Supadio dan melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk melihat kondisi kawasan yang terdampak kebakaran.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah cepat pemerintah dalam mengendalikan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Menurut Teddy, sehari sebelum kunjungan tersebut, Presiden telah menginstruksikan jajaran TNI dan Polri untuk meningkatkan penanganan karhutla di lapangan.

“Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden sehari sebelumnya kepada jajaran TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan,” kata Teddy dalam keterangannya.

Prabowo juga meminta pimpinan TNI dan Polri berada di garis depan dalam penanganan karhutla. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Khusus di Kalimantan Barat, Presiden menugaskan Panglima TNI dan Kapolri untuk memimpin langsung upaya penanganan bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil agar proses pemadaman sekaligus pencegahan kebakaran dapat berjalan lebih efektif.

38 Ribu Hektare Lahan Terbakar

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, mencapai 12.443 hektare. Selanjutnya Kabupaten Kubu Raya dengan luas 8.614 hektare, Kabupaten Mempawah 6.144 hektare, dan Kabupaten Sambas 2.318 hektare.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan sejumlah kabupaten tersebut menjadi penyumbang utama kabut asap yang mulai berdampak ke berbagai wilayah.

“Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, kemudian ada beberapa di Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Daniel menjelaskan, sebagian besar kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena api dapat tetap menyala di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat sudah padam.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana asap. Berbagai upaya penanganan terus dilakukan, mulai dari patroli terpadu, pengerahan personel gabungan, hingga penguatan peran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengerahkan dukungan udara berupa helikopter patroli, operasi water bombing, dan modifikasi cuaca.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

Hingga kini, pemerintah terus memaksimalkan patroli darat dan udara, pemantauan titik panas, serta operasi pemadaman guna menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. (Supriadi)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article