10.9 C
Munich
Kamis, September 24, 2026

BPBD Petakan 4 Faktor Pemicu Banjir di Sawahlunto, Wawako Jeffry Hibatullah Instruksikan Mitigasi Serentak

Must read

Sawahlunto, Fokuscyber – 23 September 2026 Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah membuka kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi Daerah Rawan Bencana yang diikuti lebih dari 100 peserta dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta jajaran terkait penanggulangan bencana.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam melakukan mitigasi bencana di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto memaparkan hasil survei dan pemetaan terhadap sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di Sawahlunto. Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengenali sumber kerawanan sekaligus menentukan langkah mitigasi.

Hasil pemetaan BPBD mencatat empat faktor utama penyebab risiko banjir dan longsor. Pertama, terganggunya resapan air akibat penebangan pohon penahan tanah di lereng. Kedua, riol jalan yang tidak tersedia atau tidak berfungsi. Ketiga, kapasitas riol yang belum maksimal menampung limpasan air hujan sehingga berpotensi meluap ke jalan. Keempat, masih adanya rumah warga yang belum memiliki talang air.

Menanggapi temuan tersebut, Wawako Jeffry Hibatullah meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Pemerintah desa dan kelurahan juga harus bergerak melakukan mitigasi, terutama terhadap empat faktor yang telah diidentifikasi. Upaya pengurangan risiko harus kita lakukan sebelum bencana terjadi, bukan setelah,” tegas Jeffry.

Ia juga meminta 7 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah aktif di Sawahlunto memberi perhatian khusus terhadap hasil pemetaan dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Melalui koordinasi antara BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa atau kelurahan, serta kelompok siaga bencana, hasil pemetaan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor di Kota Sawahlunto.

(Suherman)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article