Kota Solok, Fokuscyber.com — Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Calon Wirausaha Baru bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang digagas Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi bersama Kementerian Perindustrian di Kubung Tigo Baleh, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Solok. Pelatihan dinilai tidak hanya penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka peluang usaha dan mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ramadhani mengatakan Kota Solok memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Di tengah masyarakat, banyak terdapat individu yang memiliki keterampilan, kreativitas, ketekunan, serta semangat untuk mengembangkan usaha.
Namun, menurutnya, keterampilan saja belum cukup untuk menjadikan seseorang sebagai pelaku usaha yang mampu bertahan dan berkembang.
“Keterampilan perlu dipadukan dengan pengetahuan. Kreativitas perlu dikembangkan menjadi produk. Produk perlu memiliki kualitas dan daya saing. Pada akhirnya, semua itu harus mampu diterjemahkan menjadi usaha yang menghasilkan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan program Calon Wirausaha Baru memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor IKM di Kota Solok.
Pemerintah, kata Ramadhani, tidak ingin masyarakat hanya berorientasi sebagai pencari kerja. Lebih jauh, masyarakat diharapkan mampu menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan baru melalui usaha yang dibangun secara mandiri.
“Kita ingin lahir pelaku-pelaku IKM yang berani memulai dari skala kecil, kemudian tumbuh secara bertahap menjadi usaha yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota.
Kepada seluruh peserta pelatihan, Ramadhani berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebatas sertifikat.
Menurutnya, pengetahuan yang didapat harus menjadi modal awal untuk berani mengambil langkah nyata dalam membangun usaha.
“Menjadi seorang wirausaha tentu bukan perjalanan yang selalu mudah. Akan ada tantangan, ada kegagalan, dan ada masa ketika usaha belum menghasilkan seperti yang diharapkan. Tetapi jangan pernah menganggap kegagalan sebagai akhir. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar,” pesannya.
Ia menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki calon wirausaha, yakni keberanian untuk mencoba, kemauan untuk memperbaiki, serta ketekunan untuk terus melangkah.
Dengan bekal tersebut, pelaku IKM diharapkan mampu mengembangkan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu bersaing dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pelatihan calon wirausaha baru ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ekosistem usaha masyarakat di Kota Solok.
Penguatan kapasitas pelaku IKM dinilai penting, terutama di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif. Pelaku usaha tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produk, tetapi juga perlu memahami kualitas, inovasi, pemasaran dan keberlanjutan usaha.
Pemerintah Kota Solok pun mendorong agar pelatihan dan pendampingan seperti ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang berani memulai usaha dari skala kecil, mengembangkan produknya secara bertahap, hingga mampu menciptakan usaha yang mandiri, produktif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, sektor IKM tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian dan pembuka lapangan kerja di Kota Solok. (A3)


