9 C
Munich
Jumat, Oktober 23, 2026

Pemkab Solok Evaluasi Penanganan Galodo, 72 Rumah Terdampak Segera Ditindaklanjuti

Must read

Arosuka, Fokuscyber — Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur TNI, Polri, BPBD, BNPB, organisasi perangkat daerah (OPD), dan relawan terus mempercepat penanganan pascabencana banjir bandang atau galodo di Arosuka. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pembersihan kawasan terdampak, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat berjalan optimal.

Rapat evaluasi digelar di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu malam (27/9/2026), mulai pukul 20.00 WIB. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pekerjaan di lapangan, kendala yang dihadapi, serta pembagian tugas untuk kegiatan berikutnya.

Dalam rapat itu, Kodim 0309 melaporkan progres pembersihan kawasan perumahan telah mencapai sekitar 80 persen. Sementara itu, sejumlah kawasan perkantoran masih membutuhkan penanganan lanjutan akibat timbunan lumpur, batu, dan material yang terbawa arus banjir bandang.

Untuk mempercepat pekerjaan, pada Senin (28/9/2026) disiapkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, TNI AL, Brimob, Satpol PP, Damkar, serta BPBD dari Kabupaten Solok dan sejumlah daerah lainnya.

Pengalihan alat berat dari kawasan perumahan menuju kawasan perkantoran juga direncanakan agar pembersihan di sejumlah fasilitas pemerintahan dapat segera diselesaikan. Dukungan dump truck turut diperkuat untuk mengangkut material hasil pembersihan sehingga tidak menumpuk di lokasi.

Dinas Pekerjaan Umum bersama instansi terkait juga melanjutkan pembersihan drainase, bahu jalan, serta normalisasi sungai. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan armada pengangkut sampah dan menyiapkan tambahan dump truck untuk mempercepat pembuangan material ke sejumlah titik yang telah ditentukan.

72 Rumah Terdampak Didata

Selain pembersihan lingkungan, pemerintah daerah juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak bencana.

Berdasarkan pendataan cepat Dinas PUPR yang telah divalidasi bersama pihak nagari, tercatat sebanyak 72 unit rumah terdampak, dengan rincian 18 unit rusak berat, 11 unit rusak sedang, 39 unit rusak ringan, satu unit terendam, dan tiga unit masuk kategori rawan.

Data tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar penanganan berikutnya, termasuk untuk kebutuhan Dana Tunggu Hunian (DTH). Verifikasi lanjutan juga dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pelayanan Pengungsi dan Kesehatan Berlanjut

Di sektor sosial, Dinas Sosial melaporkan sekitar 30 jiwa masih mengungsi di rumah Wakil Bupati Solok. Sementara itu, pengungsi yang sebelumnya menempati Guest House telah kembali ke rumah masing-masing. Sebagian warga lainnya masih mengungsi secara mandiri.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, telah disiapkan sekitar 1.900 bungkus makanan, termasuk dukungan sembako bagi warga terdampak dan personel yang bertugas di lapangan. Operasional dapur umum juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.

Dinas Kesehatan melaporkan dua pasien masih menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, sedangkan sembilan orang mengalami luka ringan. Pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, terus dilakukan. Pemulihan psikologis atau trauma healing juga diberikan kepada masyarakat terdampak.

Perbaikan Air Bersih dan Normalisasi Sungai

Pemulihan jaringan air bersih menjadi salah satu prioritas penanganan. PDAM melaporkan kerusakan pipa utama dari kawasan Perumahan Kayu Aro hingga perkantoran yang berdampak terhadap distribusi air.

Perbaikan jaringan terus dilakukan dengan dukungan koordinasi bersama pihak terkait. Pemerintah menargetkan kawasan perkantoran kembali memperoleh aliran air, sedangkan kebutuhan air masyarakat dipenuhi melalui distribusi menggunakan mobil tangki.

Di sisi lain, normalisasi sungai tetap dilanjutkan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendukung pemulihan kawasan terdampak.

BNPB juga melakukan kajian risiko menggunakan aplikasi InaRISK di kawasan perumahan guna memperoleh gambaran lebih mendalam mengenai kondisi dan tingkat risiko bencana.

Melalui evaluasi berkala tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memperkuat koordinasi dan gotong royong. Percepatan pembersihan, pemulihan infrastruktur, pendataan kerusakan rumah, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi fokus utama dalam penanganan pascabencana galodo di Kabupaten Solok.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait terus mengupayakan agar proses pemulihan berjalan terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

(Wahyu/rls)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article