9 C
Munich
Jumat, Oktober 23, 2026

Riyanda Wisuda 30 Peserta Sekolah Lansia Lasegar, Dorong Penguatan Kesehatan Fisik dan Psikis

Must read

Sawahlunto, Fokuscyber— Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda mewisuda sebanyak 30 peserta Sekolah Lansia Lansia Sehat dan Bugar (Lasegar) di Kelurahan Kubang Sirakuk Selatan, Kecamatan Lembah Segar, Selasa (29/9/2026).

Sekolah Lansia Lasegar merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat lanjut usia (lansia) yang bertujuan mendorong lansia agar tetap sehat, aktif, ceria, mandiri dan produktif. Program tersebut dilaksanakan melalui pendampingan serta edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia.
Sebanyak 30 peserta mengikuti program tersebut, terdiri dari lima laki-laki dan 25 perempuan dengan rentang usia 60 hingga 82 tahun.

Selama mengikuti Sekolah Lansia Lasegar, para peserta mendapatkan berbagai edukasi dari instruktur Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk-KB). Materi yang diberikan berkaitan dengan kesehatan dan kebutuhan lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain menjadi sarana pembelajaran, rangkaian kegiatan Sekolah Lansia juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan silaturahmi antarpeserta. Melalui kegiatan tersebut, para lansia tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, memperoleh pengetahuan dan menjaga keterlibatan dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lansia Lasegar tersebut. Ia meminta perangkat daerah terkait agar meningkatkan pendampingan kepada para lansia secara lebih intensif.

Riyanda juga mengarahkan agar materi yang diberikan dalam program Sekolah Lansia tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi turut memperkuat aspek kesehatan psikis.

Menurutnya, edukasi dan pendampingan perlu disesuaikan dengan kebutuhan lansia sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendampingan kepada lansia perlu dilakukan secara lebih intensif. Materinya tidak hanya mengenai kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikis, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan lansia,” ujar Riyanda.

Selain itu, Riyanda mendorong kelurahan lain di Kota Sawahlunto untuk mereplikasi atau mengembangkan program serupa dengan menyesuaikan materi dan pola pendampingan berdasarkan kondisi lansia di wilayah masing-masing.

Dengan pengembangan program tersebut, Sekolah Lansia diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah pendampingan yang membantu lansia tetap sehat, aktif, mandiri serta memiliki keterhubungan yang kuat dengan lingkungan sosial.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap keberadaan Sekolah Lansia Lasegar dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat lanjut usia di Kota Sawahlunto.

(Suherman)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article