Solok, Focuscyber.com — Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk kembali merefleksikan nilai perjuangan emansipasi perempuan di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. Namun, di era digital saat ini, warisan pemikiran dan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai mulai tergerus di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z.
Pj Wali Nagari Aripan, Marisal, S.Sos., M.M, menyoroti kondisi tersebut sebagai tantangan serius dalam menjaga kesinambungan nilai sejarah bangsa. Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya mengenal Kartini sebatas simbol atau seremonial tahunan, tetapi harus memahami esensi perjuangannya dalam memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan kemajuan perempuan Indonesia. (Selasa, 21 April 2026).
Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, perhatian generasi muda cenderung lebih tertuju pada tren digital dibandingkan memahami sejarah perjuangan tokoh bangsa. Hal ini berpotensi membuat nilai-nilai luhur yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini semakin terlupakan.
“Semangat Kartini bukan hanya soal kebaya dan peringatan tahunan. Lebih dari itu, ini tentang perjuangan membuka akses pendidikan dan memperjuangkan kesetaraan. Ini yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marisal menambahkan bahwa kian tergerusnya sejarah para pahlawan, baik sebagai pejuang perempuan maupun tokoh perjuang lainnya, menjadi perhatian bersama. Ia menilai perlu adanya penguatan kembali pembelajaran sejarah yang dimulai dari tingkat desa, nagari, hingga ke ibu kota kecamatan dan kabupaten.
“Dahulunya kegiatan-kegiatan yang mengangkat nilai sejarah dan perjuangan tokoh bangsa sering dilaksanakan. Namun sekarang kita merasa trenyuh dan khawatir, mungkinkah semua ini akan hilang ditelan zaman. Ini perlu kajian ulang dari para tokoh, tokoh pendidik, guru, serta lembaga pemerintah lainnya,” ujar Marisal.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan, untuk aktif menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Kartini melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga dan meneruskan warisan perjuangan Raden Ajeng Kartini di tengah dinamika zaman.( A5)



