21 C
Munich
Minggu, Juli 26, 2026

Festival Seni Silungkang Oso Jadi Motor Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Must read

Sawahlunto,Fokuscyber – Festival Seni dan Budaya Desa Silungkang Oso tidak hanya menjadi panggung pelestarian warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang regenerasi seni tradisi sekaligus penguatan ekonomi kreatif masyarakat. Beragam kesenian khas Silungkang hingga karya fesyen berbahan Songket Silungkang ditampilkan dalam festival yang digelar pada Sabtu (11/7/2026).

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengatakan kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat merupakan langkah strategis untuk menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam menampilkan kesenian tradisional menjadi modal penting agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan secara berkelanjutan.

“Regenerasi pelaku seni harus terus dilakukan. Festival seperti ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, sekaligus mencintai budaya daerahnya,” ujar Riyanda.

Festival tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti Talempong Batuang dan sejumlah kesenian khas Silungkang lainnya. Penampilan para seniman muda mendapat pendampingan langsung dari tokoh adat dan seniman senior, sehingga proses pewarisan pengetahuan budaya berlangsung secara alami dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Selain pertunjukan seni, festival juga menghadirkan peragaan busana berbahan Songket Silungkang karya pelaku UMKM lokal, Mezhaf. Koleksi yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kain tenun tradisional mampu dikembangkan menjadi produk fesyen bernilai tambah, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin.

Riyanda menegaskan, festival budaya di tingkat desa tidak hanya berfungsi menjaga identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah dan penggerak pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah terkait terus memberikan pendampingan agar penyelenggaraan festival semakin berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Menurutnya, agenda budaya yang dikelola secara konsisten dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperbesar perputaran ekonomi masyarakat melalui penjualan produk kerajinan, kuliner, fesyen, hingga berbagai jasa pendukung wisata.

Silungkang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan budaya terpenting di Kota Sawahlunto sekaligus sentra tenun Songket Silungkang yang menjadi identitas budaya Minangkabau. Keberadaan industri tenun tersebut telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan keluarga di kawasan itu.

Pemerintah Kota Sawahlunto pun terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya sebagai bagian dari penguatan citra kota wisata. Langkah tersebut sejalan dengan status Sawahlunto sebagai bagian dari kawasan Warisan Dunia UNESCO yang ditetapkan pada 2019.

Penguatan atraksi budaya di desa-desa dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan, memperkaya pengalaman berwisata, sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata hingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa. (R)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article