Solok, Fokuscyber.com — Bagi sebagian pelajar, uang jajan mungkin hanya berarti bekal untuk membeli makanan, minuman atau kebutuhan kecil di sekolah. Namun, ketika sebagian uang tersebut mulai disisihkan secara rutin, kebiasaan sederhana itu dapat berubah menjadi bekal penting untuk masa depan.
Gagasan itulah yang kini didorong melalui inovasi SANG JUARA — Sisihkan Uang Jajan untuk Rencana Masa Depan, sebuah gerakan yang mengajak pelajar di Kabupaten Solok mengenal pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.
Program ini mendapat dukungan Bupati Solok Jon Firman Pandu sebagai bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar.
Dukungan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Solok Nomor 400.3.1/1/Disdikpora-2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Satu Rekening Satu Pelajar di Kabupaten Solok. Kebijakan itu menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat implementasi Program Simpanan Pelajar (SimPel) di lingkungan satuan pendidikan.
Bukan Sekadar Membuka Rekening
Di balik sebuah rekening pelajar, terdapat pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar aktivitas menyimpan uang.
Seorang anak mulai diperkenalkan pada konsep sederhana bahwa tidak seluruh uang yang dimiliki harus dihabiskan hari ini. Ada sebagian yang dapat disisihkan untuk kebutuhan di kemudian hari, keinginan yang ingin diwujudkan maupun cita-cita yang sedang dibangun.
Di sinilah pesan “Sisihkan Uang Jajan untuk Rencana Masa Depan” menjadi roh utama SANG JUARA.
Pelajar didorong untuk mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka juga diajak membangun disiplin melalui kebiasaan sederhana: menyisihkan sebagian uang jajan secara rutin.
Nilainya mungkin kecil.
Bisa jadi hanya beberapa ribu rupiah dalam satu hari.
Namun, justru dari nominal kecil itulah kebiasaan besar dapat dibentuk.
Lembang Jaya Menjadi Titik Awal
Implementasi SANG JUARA di Kecamatan Lembang Jaya menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana gerakan tersebut mulai diperkenalkan kepada pelajar.
Sekitar 350 siswa SMP Negeri 1 Lembang Jaya dan SMP Negeri 2 Lembang Jaya, didampingi orang tua masing-masing, antusias membuka rekening SimPel melalui Bank Nagari Cabang Solok, Kamis (6/8/2026).
Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting. Sebab, kebiasaan finansial anak tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui pola pengelolaan uang yang mereka lihat dan praktikkan setiap hari di rumah.
Sekolah berperan memberikan edukasi dan membangun ekosistem kebiasaan menabung, sementara orang tua menjadi pendamping utama agar kebiasaan tersebut tidak berhenti setelah rekening dibuka.
Tantangan Sesungguhnya Ada Setelah Rekening Dibuka
Di sinilah ukuran keberhasilan SANG JUARA menjadi penting.
Program tersebut tidak semestinya berhenti pada berapa banyak rekening yang berhasil dibuka. Sebab, rekening yang tidak pernah digunakan tidak akan banyak memberikan dampak terhadap pembentukan perilaku finansial anak.
Tantangan sesungguhnya justru berada setelah rekening dibuka.
Apakah siswa benar-benar rutin menabung?
Apakah orang tua ikut mengawasi dan memberikan dorongan?
Apakah sekolah mampu menjaga kebiasaan tersebut menjadi bagian dari aktivitas pendidikan?
Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi penting karena literasi keuangan pada dasarnya bukan sekadar pengetahuan tentang bank dan rekening. Literasi keuangan berkaitan dengan kemampuan seseorang mengambil keputusan terhadap uang secara bijak.
SANG JUARA karena itu memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar program pembukaan rekening pelajar. Jika dilakukan secara konsisten, gerakan ini dapat menjadi sarana pendidikan karakter finansial sejak usia dini.
Sinergi Banyak Pihak
Bupati Jon Firman Pandu memberikan dukungan terhadap penguatan gerakan tersebut bersama TPAKD Kabupaten Solok, OJK Sumatera Barat, Bank Nagari, Dinas Pendidikan, Bagian Perekonomian, sekolah dan para orang tua.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena membangun kebiasaan menabung tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja.
Bank menyediakan akses layanan keuangan. Pemerintah daerah memberikan dukungan kebijakan. Sekolah membangun edukasi. Orang tua menjaga konsistensi kebiasaan di rumah.
Jika seluruh unsur bergerak dalam arah yang sama, rekening pertama seorang pelajar tidak lagi sekadar menjadi produk layanan perbankan, tetapi menjadi pintu masuk menuju pendidikan finansial yang lebih nyata.
Dari Lembang Jaya untuk Kabupaten Solok
Lembang Jaya diharapkan menjadi salah satu titik awal perluasan semangat SANG JUARA ke sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Solok.
Gerakannya sederhana.
Satu anak mulai menabung.
Satu keluarga mulai mendampingi.
Satu sekolah mulai membiasakan.
Kemudian kebiasaan tersebut berkembang menjadi gerakan bersama.
Pada akhirnya, SANG JUARA bukan semata-mata tentang “Satu Pelajar, Satu Rekening”. Lebih jauh, program ini berbicara tentang bagaimana anak-anak Kabupaten Solok mulai memahami bahwa masa depan tidak hadir secara tiba-tiba.
Masa depan dipersiapkan melalui keputusan-keputusan kecil yang dilakukan hari ini.
Termasuk ketika seorang pelajar memilih menyisihkan sebagian uang jajannya, bukan menghabiskannya sekaligus. (A3)


