10.2 C
Munich
Sabtu, September 12, 2026

KONI Sumbar Siapkan Senjata Baru Jelang Porprov XVI 2026, Bukan Sekadar Soal Medali

Must read

Padang, Fokuscyber.com – Perjuangan menuju prestasi olahraga Sumatera Barat kini tak lagi hanya berlangsung di lapangan. Di balik kerasnya latihan para atlet dan ketatnya persaingan menuju podium juara, ada satu “senjata” baru yang mulai dipersiapkan data.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat tengah mendorong penerapan Satu Data Olahraga untuk membangun tata kelola olahraga yang lebih modern, terukur dan berbasis teknologi.

Langkah itu diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Satu Data dan Sirimau Porprov XVI Sumbar 2026 yang digelar di Hotel Pangeran Padang, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) dan admin Sirimau. Mereka dibekali pemahaman agar pengelolaan data olahraga di Sumatera Barat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Pesannya jelas atlet harus berprestasi, tetapi sistem pembinaannya juga harus semakin cerdas.

Ketua Pelaksana Bimtek, Jasman Herry, melihat perkembangan olahraga tidak bisa dilepaskan dari kemajuan teknologi.

Menurutnya, kemampuan atlet tetap menjadi fondasi utama. Namun, di era digital, prestasi membutuhkan dukungan sistem data yang mampu merekam dan mengelola berbagai informasi olahraga secara baik.

“Olahraga itu tidak hanya lahir dari kemampuan olahraga, tapi juga tentang digitalisasi dan data.”

Melalui Satu Data KONI Sumbar, berbagai informasi olahraga diharapkan dapat dihimpun secara terstruktur.

Sementara Sirimau menjadi salah satu instrumen penting untuk menyajikan informasi atlet secara lebih lengkap. Dengan sistem tersebut, perjalanan seorang atlet tidak lagi sekadar tercatat dalam dokumen yang tersimpan di lemari. Data atlet dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengambilan keputusan.

Siapa atletnya, dari cabor mana, bagaimana pembinaannya dan bagaimana potensi prestasinya semuanya diarahkan untuk dapat dibaca melalui data. Inilah perubahan yang sedang dibangun KONI Sumbar.

Transformasi digital olahraga yang dikembangkan KONI Sumbar ternyata tidak berhenti di tingkat daerah.

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengungkapkan bahwa langkah digitalisasi tersebut mendapat perhatian di tingkat nasional.

Bahkan, menurutnya, Sumatera Barat menjadi daerah pertama yang diajak KONI Pusat melakukan kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU di bidang digitalisasi.

“Saya apresiasi kepada utusan dari Pengprov yang hadir pada hari ini. Terima kasih Kadispora atas persetujuan acara ini. Hari ini, Sirimau sudah bergoyang di CFD,” kata Hamdanus.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa inovasi digital yang dikembangkan di Sumatera Barat mulai mendapatkan ruang lebih luas dalam pengelolaan olahraga nasional.

Bagi KONI Sumbar, momentum itu sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar jargon, teknologi harus benar-benar membantu olahraga.

Di saat sistem olahraga mulai berbenah secara digital, perhatian juga tertuju pada Porprov XVI Sumbar 2026.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menyebut persiapan pelaksanaan Porprov saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.

Ia memastikan Pemprov Sumbar akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

“Kesiapannya sudah 80 persen. Saya akan melanjutkan dan menyukseskan iven ini. Sudah delapan tahun tak terlaksana,” ujarnya.

Bagi para atlet, Porprov bukan sekadar agenda olahraga, ini adalah panggung untuk membuktikan hasil latihan. Tempat bagi atlet muda menunjukkan kemampuan. Sekaligus kesempatan bagi daerah untuk menemukan talenta-talenta baru yang kelak bisa mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional.

Karena itu, setiap proses menuju Porprov memiliki arti penting termasuk bagaimana memastikan sistem pendataan atlet berjalan dengan baik.

Selama ini, sorotan terhadap olahraga lebih sering tertuju pada pertandingan dan perolehan medali. Padahal, ada proses panjang di belakangnya.

Ada atlet yang bangun pagi untuk berlatih. Ada pelatih yang menyusun program. Ada pengurus cabor yang mengatur pembinaan. Ada pemerintah daerah yang menyiapkan dukungan, semua proses tersebut membutuhkan informasi yang akurat. Di sinilah Satu Data Olahraga menjadi penting.

Data yang cepat dan terkini dapat membantu pengurus olahraga melihat kondisi secara lebih jelas. Pembinaan pun dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar perkiraan.

Tasliatul menegaskan dukungan Pemprov Sumbar terhadap penguatan kapasitas pengurus olahraga dalam bidang digitalisasi.

“Kita butuh data yang cepat dan update.” Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna besar.

Tasliatul juga melihat Porprov memiliki dampak yang lebih luas. Ajang ini tidak hanya berkaitan dengan pembinaan atlet, tetapi juga dapat ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Kehadiran atlet, pelatih, ofisial dan masyarakat dari berbagai daerah akan menciptakan aktivitas ekonomi selama pelaksanaan kegiatan Karena itu, kesuksesan Porprov membutuhkan kerja bersama.

Bukan hanya KONI, bukan hanya pemerintah tetapi juga seluruh pemangku kepentingan olahraga di Sumatera Barat. Di tengah berbagai tantangan, semangat atlet harus tetap dijaga. “Jangan tunda lagi, jangan patahkan semangat atlet yang sudah bersiap di Porprov tahun ini,” kata Tasliatul.

Kalimat itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap keputusan mengenai Porprov, ada atlet yang telah menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mempersiapkan diri.

Dengan persiapan yang terus dikebut, Pemprov Sumbar menyatakan dukungannya agar Porprov XVI Sumbar 2026 dapat terlaksana pada Oktober mendatang.

Harapannya sederhana tidak ada lagi penundaan, para atlet membutuhkan kepastian. Mereka membutuhkan panggung untuk bertanding dan menunjukkan hasil kerja kerasnya.

Di sisi lain, KONI Sumbar sedang menyiapkan fondasi baru melalui digitalisasi dan Satu Data Olahraga.

Porprov XVI Sumbar 2026 nantinya mungkin akan mencatat siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Namun jauh sebelum medali dibagikan, ada satu pekerjaan penting yang sedang dilakukan.

Membangun sistem olahraga Sumatera Barat yang lebih modern, transparan dan berbasis data, dari sana, harapan baru olahraga Ranah Minang mulai disusun bukan hanya untuk Porprov 2026 tetapi untuk melahirkan prestasi yang lebih panjang di masa depan. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article