16.9 C
Munich
Rabu, Juli 1, 2026

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo: Kepercayaan Rakyat Adalah Kekuatan Utama Polri

Must read

Bogor, Fokuscyber – Pemerintah menegaskan pentingnya kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penegasan itu disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, bukan sekadar slogan, melainkan menjadi jati diri sekaligus pedoman moral bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurut Presiden, kepercayaan masyarakat merupakan aset paling berharga yang harus dijaga oleh setiap anggota Polri. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi kekuatan utama dalam membangun institusi kepolisian yang profesional dan berintegritas.

Presiden juga mengingatkan agar seluruh personel Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, mendengarkan aspirasi warga, serta memberikan perlindungan tanpa menyulitkan rakyat. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan pembiayaan institusi Polri berasal dari rakyat sehingga sudah menjadi kewajiban aparat untuk mengayomi dan melindungi masyarakat.

Selain itu, Kepala Negara meminta Polri menegakkan hukum secara adil, profesional, dan tanpa pandang bulu. Aparat kepolisian diharapkan berani membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, serta menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan hanya berlandaskan kepada hukum serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan menjadi kebutuhan mutlak agar Polri mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern yang terus berkembang.

Presiden juga menggarisbawahi bahwa menjaga keamanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata. Karena itu, sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, dunia usaha, serta seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi menciptakan stabilitas nasional.

Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh jajaran Polri untuk terus melakukan pembenahan internal dengan menjunjung sikap rendah hati, terbuka terhadap kritik, serta memiliki keberanian untuk terus berbenah demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, Bintang Bhayangkara Nararya, serta Pangkat Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah personel dan purnawirawan Polri yang dinilai berjasa. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 turut dimeriahkan dengan atraksi kemampuan personel, defile pasukan, serta syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama jajaran Polri. R

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article