20 C
Munich
Senin, Agustus 10, 2026

Teknik Elektro UNAND dan Pertamina Dumai Kaji Sistem Monitoring Petir untuk Perkuat Keamanan Industri

Must read

Dumai, Fokuscyber — Departemen Teknik Elektro Universitas Andalas (UNAND) melakukan kunjungan industri ke Pertamina RU Dumai dalam rangka studi kelayakan (feasibility study) penelitian bersama terkait pengembangan Sistem Monitoring Petir.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan teknologi berbasis riset untuk meningkatkan keselamatan sekaligus keandalan operasional di lingkungan industri, khususnya dalam menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas petir.

Kunjungan dipimpin Ketua Peneliti, Prof. Dr. Eng. Ir. Ariadi Hazmi, IPU, bersama tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Departemen Teknik Elektro UNAND.

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti memaparkan konsep serta kesiapan teknologi Sistem Monitoring Petir yang dikembangkan untuk mendeteksi aktivitas petir secara real-time. Sistem ini juga dirancang untuk menyediakan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan operasional di kawasan industri.

Teknologi tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya mampu mendeteksi sambaran petir dalam radius hingga sekitar 7 kilometer secara real-time, menggunakan kombinasi sensor medan listrik, medan magnet, dan mikrofon, serta dilengkapi sistem pemetaan lokasi sambaran dan pencatatan data petir secara harian, bulanan, hingga tahunan.

Kemampuan tersebut dinilai memiliki potensi untuk diterapkan di kawasan industri energi seperti kilang Pertamina, yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap gangguan operasional akibat aktivitas petir.

Ketua Peneliti Prof. Dr. Eng. Ir. Ariadi Hazmi, IPU, mengatakan studi kelayakan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan penerapan teknologi tersebut di lingkungan industri, khususnya Pertamina Dumai.

Menurutnya, sistem monitoring petir yang dikembangkan UNAND sebelumnya telah diimplementasikan di PT Supreme Energy Muara Laboh.

“Sistem monitoring petir yang kami kembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional industri,” ujar Ariadi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi penting dalam pengembangan teknologi agar hasil riset benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Melalui studi kelayakan ini, kami ingin memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat diimplementasikan secara efektif,” katanya.

Sementara itu, pihak Pertamina Dumai yang diwakili Senior Group Leader – Electrical Inspection, Ir. Syahril Aditya Ginanjar, ST, MT., MMP, IPM, ASEAN Eng, CT, CRP, bersama tim menyambut baik pelaksanaan studi kelayakan tersebut.

Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan upaya peningkatan sistem keselamatan dan mitigasi risiko operasional, terutama dalam menghadapi potensi gangguan yang disebabkan oleh fenomena alam seperti petir.

Melalui studi kelayakan ini, sinergi antara dunia akademik dan industri diharapkan dapat menghasilkan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keselamatan serta keandalan operasional industri.

andri

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article