Padang, Fokuscyber – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah bagi jemaah asal Kota Padang.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Zulfahmi, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (21/1/2026).
Wali Kota Padang menegaskan bahwa Pemko Padang siap memberikan dukungan maksimal melalui sinergi lintas sektor guna memastikan seluruh proses pelayanan haji berjalan optimal. Ia juga telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk berperan aktif dalam mendukung kebutuhan persiapan jemaah.
“Pemerintah Kota Padang mendukung penuh persiapan haji 1447 Hijriah agar seluruh jemaah memperoleh pelayanan terbaik, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, serta selamat pergi dan kembali dengan predikat haji mabrur,” ujar Fadly Amran.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang, Zulfahmi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan Pemko Padang dalam menyukseskan penyelenggaraan haji jemaah asal Kota Padang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran OPD atas dukungan yang diberikan. Semoga seluruh proses persiapan hingga keberangkatan jemaah dapat berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.
Zulfahmi menjelaskan, jumlah jemaah haji asal Kota Padang pada musim haji 1447 Hijriah sebanyak 193 orang, termasuk jemaah tambahan dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Seluruh jemaah akan tergabung dalam 8 kelompok terbang (kloter) dari total 14 kloter Embarkasi Padang yang melayani Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu.
Ia menambahkan, kloter pertama dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 23 April 2026. Untuk memastikan kesiapan jemaah, Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Kota Padang telah diinstruksikan memberikan bimbingan manasik secara intensif dan menyeluruh.
Selain itu, Zulfahmi mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah jemaah sekitar 100 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat terkait penetapan kuota haji.
“Penentuan kuota haji saat ini didasarkan pada daftar tunggu, bukan lagi pada persentase jumlah penduduk muslim,” pungkasnya.

