20.5 C
Munich
Minggu, Juli 26, 2026

3.000 Bibit Pisang Barangan Ditanam Serentak di Payakumbuh, Dukung Ketahanan Pangan dan MBG

Must read

Payakumbuh – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh memulai Gerakan Tanam Pisang Serentak dengan menanam 3.000 bibit pisang varietas barangan di lima kecamatan. Program ini bertujuan memperkuat pasokan buah lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan dipusatkan di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talang Saiyo, Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis (23/7/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Staf Ahli Irwan Suwandi mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan kandungan gizi tinggi. Menurutnya, pisang menjadi salah satu komoditas strategis karena kaya karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pisang, tetapi juga memastikan kebutuhan buah untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal,” kata Irwan.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Payakumbuh, pemerintah menyalurkan 3.000 bibit pisang varietas barangan kepada 29 kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang tersebar di 23 kelurahan pada lima kecamatan.

Rinciannya, Kecamatan Payakumbuh Barat menerima 1.405 bibit, Kecamatan Payakumbuh Selatan 535 bibit, Kecamatan Payakumbuh Timur 345 bibit, Kecamatan Payakumbuh Utara 425 bibit, dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori 290 bibit.

Untuk mendukung keberhasilan budidaya, Pemko Payakumbuh juga menyalurkan 30.000 kilogram pupuk kompos dengan alokasi 10 kilogram per batang pisang. Bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sejak awal masa tanam.

Irwan menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian bibit dan pupuk. Pendampingan teknis akan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera diatasi.

“Kami akan terus melakukan pendampingan sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menjelaskan varietas pisang barangan dipilih karena memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan hama dibandingkan sejumlah varietas lainnya.

“Kami memilih varietas barangan karena lebih tahan terhadap hama. Setiap bibit juga mendapatkan pupuk organik agar pertumbuhannya lebih baik dan produktivitasnya meningkat,” kata Nila.

Ia menambahkan, pengembangan komoditas pisang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kota Payakumbuh, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang mampu memasok kebutuhan daerah lain serta menjadi bahan baku berbagai produk olahan bernilai tambah.

Sebagai bentuk penguatan program, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian Kota Payakumbuh dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh tentang pengembangan agribisnis pisang intensif.

Kerja sama itu mencakup pengembangan budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan usaha berbasis agribisnis guna meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas pisang lokal.

Dalam sesi dialog, salah seorang petani dari Gapoktan Talang Saiyo berharap pemerintah dapat membantu membuka akses pemasaran apabila produksi pisang meningkat saat panen.

Menanggapi hal tersebut, Nila memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pengembangan hilirisasi produk dan perluasan jaringan pemasaran agar peningkatan produksi tetap memberikan nilai tambah bagi petani.

“Apabila produksi meningkat, hasil panen tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kami akan terus mencarikan solusi pemasaran agar tujuan utama program ini tercapai,” ujarnya.

Melalui gerakan tanam serentak, dukungan sarana produksi, pendampingan budidaya, pengembangan hilirisasi, serta kolaborasi dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Pemko Payakumbuh berupaya membangun ekosistem agribisnis pisang yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pasokan buah lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis, meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing produk pertanian daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Uswatun

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article