18 C
Munich
Jumat, September 25, 2026

Di Tengah Lumpur Banjir Bandang, Solidaritas Sumbar Menguat di Arosuka

Must read

Solok, Fokuscyber.com — Lumpur masih menutupi sejumlah ruas jalan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026). Namun di tengah kondisi tersebut, semangat gotong royong justru terlihat semakin kuat.

Di sela kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem 032/Wirabraja dan Kajati Sumbar ke sejumlah lokasi terdampak banjir bandang, Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH bersama Kapolres Solok Arosuka turun langsung melihat kondisi warga.

Bukan sekadar meninjau, Bupati bersama Kapolres ikut membantu membersihkan material lumpur yang menggenangi kawasan perumahan. Kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa penanganan bencana tidak hanya dilakukan dari balik meja pemerintahan.

Tiga kawasan perumahan tercatat terdampak bencana dengan sekitar 240 warga berada dalam kondisi terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Ada tiga perumahan yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang kita dapat, ada sekitar 240 warga kita di sini, ada yang terdampak langsung dan ada yang tidak terdampak langsung.”

Pemandangan di lokasi memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah daerah, Forkopimda, ASN, relawan dan masyarakat bergerak bersama membersihkan sisa material yang ditinggalkan banjir bandang.

Bagi Bupati Solok, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat.

“Hari ini Forkopimda kita hadir di sini, termasuk juga Pak Pangdam, Pak Kapolda, semua hadir. Ini adalah petugas kita untuk membantu masyarakat, bagaimana persoalan ini bisa kita selesaikan secara bersama.”

Tidak hanya unsur pemerintahan dan aparat, dukungan juga datang dari relawan berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Mereka ikut turun ke lokasi untuk membantu warga membersihkan rumah maupun lingkungan yang terdampak.

Bupati menyampaikan penghargaan atas kepedulian tersebut. “Saya ucapkan ribuan terima kasih untuk teman-teman para relawan yang datang dari kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya.”

Menurutnya, kehadiran para relawan memperlihatkan kuatnya rasa persaudaraan masyarakat Sumatera Barat ketika menghadapi musibah.

“Inilah bentuk persatuan kita di Sumatera Barat, bentuk pertemanan kita. Satu terluka, yang lain ikut merasakan. Satu teman membantu teman yang lain.”

Dari Membersihkan Lumpur hingga Menyiapkan Dapur Umum, Penanganan tidak berhenti pada pembersihan material. Pemerintah bersama unsur terkait juga menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pembangunan dapur umum dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Di lapangan, ASN turut mengambil peran. Mereka ikut membersihkan kawasan yang dipenuhi lumpur dan material pascabanjir.

“Tadi terlihat ASN itu ikut membantu membersihkan semua.”

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan kawasan terdampak membutuhkan kerja bersama. Setiap pihak mengambil bagian sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.

Di balik proses pemulihan, bencana kembali menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperkuat langkah mitigasi dan mengevaluasi kondisi kawasan yang memiliki potensi risiko.

Bupati Solok menyebut evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap aspek keselamatan masyarakat dan pegawai serta proses perizinan di kawasan terdampak.

“Perizinan AMDAL kita cek detail, mungkin seperti apa prosesnya dan akan kita evaluasi.”

Kondisi kawasan perkantoran yang turut terdampak juga menjadi perhatian. Salah satu gagasan yang mulai dibicarakan adalah kemungkinan mengkaji lokasi baru apabila hasil evaluasi menunjukkan kawasan saat ini memiliki risiko terhadap keselamatan.

Namun, wacana relokasi tersebut masih sebatas pemikiran awal dan belum menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Solok.

“Kalau ini berbahaya, membahayakan keselamatan para pegawai kita, ini lebih berdampak luar biasa sebenarnya.”

Pembahasan selanjutnya akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari tingkat keamanan kawasan, kondisi lingkungan hingga masukan dari pihak-pihak terkait.

Kabupaten Solok sebelumnya juga menghadapi bencana pada penghujung 2025. Kembali terjadinya bencana pada tahun ini menjadi catatan penting agar upaya mitigasi, kesiapsiagaan dan penataan kawasan terus diperkuat.

Bagi pemerintah daerah, situasi tersebut bukan hanya persoalan bagaimana membersihkan material yang tersisa, tetapi juga bagaimana mengambil pelajaran agar langkah penanganan ke depan semakin baik.

“Insya Allah kita lakukan terus, karena beberapa waktu lalu kita terdampak bencana di akhir tahun 2025, hari ini terdampak bencana lagi. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar, koreksi kita bagi kita.”

Di tengah jejak lumpur yang belum sepenuhnya hilang, ada pemandangan lain yang justru memberi harapan: pemerintah turun langsung, ASN bergerak, aparat membantu, relawan berdatangan dan masyarakat bergotong royong.

Dari Arosuka, pemulihan perlahan dimulai. Bukan hanya dengan membersihkan sisa material bencana, tetapi juga dengan memperkuat solidaritas dan menjadikan setiap musibah sebagai pembelajaran untuk membangun kawasan yang lebih aman dan tangguh.

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article