15.5 C
Munich
Sabtu, Juli 11, 2026

Berikut Daftar 22 BUMN dengan Laba Terbesar, Ada yang Berbalik dari Rugi Jadi Untung

Must read

Jakarta, Fokuscyber – Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikelola melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai menunjukkan hasil yang positif. Hingga April 2026, sebanyak 22 perusahaan BUMN mencatat pertumbuhan laba, dengan sejumlah perusahaan bahkan membukukan kenaikan hingga ratusan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun per 27 Juni 2026, peningkatan kinerja tersebut terjadi di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, pertambangan, perbankan, konstruksi, industri, hingga jasa. Capaian ini menjadi indikator awal bahwa transformasi BUMN yang dijalankan Danantara mulai memberikan dampak terhadap peningkatan performa perusahaan.

PT Pertamina menjadi BUMN dengan perolehan laba terbesar, yakni mencapai Rp24,9 triliun atau meningkat sekitar 80 persen dibandingkan April 2025. Sementara itu, MIND ID membukukan laba sebesar Rp14,1 triliun atau tumbuh 31 persen.

Kinerja impresif juga ditunjukkan PT Pupuk Indonesia yang mencatat laba Rp4,8 triliun atau melonjak 202 persen. Di sektor perbankan, Bank Mandiri membukukan laba Rp21,3 triliun atau meningkat 13 persen, sedangkan BRI mencatat laba Rp21,2 triliun atau tumbuh 15 persen.

Pegadaian turut mencatatkan pertumbuhan laba menjadi Rp4,3 triliun atau naik 87 persen. Adapun Bank BTN menjadi BUMN dengan pertumbuhan laba tertinggi, setelah membukukan laba Rp1,4 triliun atau melonjak sekitar 1.339 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Transformasi juga berhasil mendorong sejumlah BUMN keluar dari tekanan kerugian. Krakatau Steel membalikkan kondisi dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar setelah menjalankan restrukturisasi dan penguatan permodalan. LEN Indonesia juga berbalik dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.

Perbaikan serupa dicatat Kimia Farma yang membukukan laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar. Semen Indonesia kembali mencetak laba Rp106 miliar usai menjalankan transformasi bisnis. Agrinas Pangan berhasil mencatat laba Rp465 miliar, sementara Danareksa membukukan laba Rp43 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian.

Sejumlah BUMN lainnya juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen. Hutama Karya meraih laba Rp628 miliar atau tumbuh 40 persen, InJourney mencatat laba Rp300 miliar atau naik 33 persen, sedangkan ADHI Karya membukukan kenaikan laba sebesar 667 persen menjadi Rp69 miliar.

Di sektor jasa keuangan, BSI mencatat laba Rp2,8 triliun atau meningkat 18 persen, sementara BNI membukukan laba Rp7,2 triliun atau tumbuh 6 persen. Selain itu, Sucofindo, ID Survey, dan Surveyor Indonesia juga mencatat pertumbuhan laba selama periode tersebut.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” ujar Dony.

Menurutnya, BP BUMN bersama Danantara akan terus menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan melalui berbagai kanal komunikasi resmi sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik.

Dony berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan sinergi antar-BUMN, peningkatan tata kelola perusahaan, serta optimalisasi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kinerja yang terus membaik, BUMN diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai motor penggerak pembangunan sekaligus mendukung percepatan transformasi ekonomi Indonesia. (R)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article