Sawahlunto, Fokuscyber – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Didampingi Walikota Sawahlunto Riyanda Putra, Ketua DPRD kota Sawahlunto Susi Haryati dan beberapa undangan lainnya, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-46 tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Perumnas Lembah Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Jumat (30/10/2026).
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ memiliki peran penting dalam menyemarakkan syiar Islam sekaligus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Sawahlunto.
Menurutnya, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat yang menjadi landasan dalam bersikap dan menjalankan berbagai aktivitas kehidupan. Dalam falsafah tersebut, Al-Qur’an menempati posisi fundamental sebagai pedoman kehidupan masyarakat Minangkabau.
Mahyeldi menjelaskan, melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 serta berbagai peraturan daerah yang mengatur nilai-nilai,Adat Basandi Sarak Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) terdapat landasan yang kuat untuk terus menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu upaya mengimplementasikannya adalah melalui kegiatan MTQ,” ujar Mahyeldi.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengarahkan generasi muda pada berbagai kegiatan positif di tengah perkembangan era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi selain memberikan kemudahan juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi perilaku masyarakat.
Karena itu, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai perilaku negatif.
“Dengan berpedoman pada Al-Qur’an, berbagai perbuatan yang tidak baik dapat diantisipasi. Untuk itu, kita perlu menghidupkan kegiatan positif yang mampu membangun karakter dan akhlak generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengatakan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang pembinaan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Menurutnya, MTQ menjadi sarana strategis dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui cabang tilawah dan tahfiz, sekaligus membentuk karakter generasi yang religius di tengah kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjut Riyanda, siap terus bersinergi dengan masyarakat dalam mendukung berbagai program pembinaan dan pendidikan Al-Qur’an.
Ia berharap, pelaksanaan MTQ ke-46 ini dapat melahirkan generasi muda Qur’ani yang tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga memiliki pemahaman serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, penyelenggaraan MTQ tingkat kota ini juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan Kota Sawahlunto dalam menghadapi pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.AP., M.A., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sawahlunto, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ tersebut.
Gubernur Mahyeldi Resmi Buka MTQ Nasional ke-46 Tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026
SAWAHLUNTO – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-46 tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Perumnas Lembah Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Jumat (30/10/2026).
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ memiliki peran penting dalam menyemarakkan syiar Islam sekaligus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Sawahlunto.
Menurutnya, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat yang menjadi landasan dalam bersikap dan menjalankan berbagai aktivitas kehidupan. Dalam falsafah tersebut, Al-Qur’an menempati posisi fundamental sebagai pedoman kehidupan masyarakat Minangkabau.
Mahyeldi menjelaskan, melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 serta berbagai peraturan daerah yang mengatur nilai-nilai ABS-SBK, terdapat landasan yang kuat untuk terus menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu upaya mengimplementasikannya adalah melalui kegiatan MTQ,” ujar Mahyeldi.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengarahkan generasi muda pada berbagai kegiatan positif di tengah perkembangan era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi selain memberikan kemudahan juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi perilaku masyarakat.
Karena itu, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai perilaku negatif.
“Dengan berpedoman pada Al-Qur’an, berbagai perbuatan yang tidak baik dapat diantisipasi. Untuk itu, kita perlu menghidupkan kegiatan positif yang mampu membangun karakter dan akhlak generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengatakan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang pembinaan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Menurutnya, MTQ menjadi sarana strategis dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui cabang tilawah dan tahfiz, sekaligus membentuk karakter generasi yang religius di tengah kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjut Riyanda, siap terus bersinergi dengan masyarakat dalam mendukung berbagai program pembinaan dan pendidikan Al-Qur’an.
Ia berharap, pelaksanaan MTQ ke-46 ini dapat melahirkan generasi muda Qur’ani yang tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga memiliki pemahaman serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, penyelenggaraan MTQ tingkat kota ini juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan Kota Sawahlunto dalam menghadapi pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.AP., M.A., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sawahlunto, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ tersebut.
Ia berharap seluruh kontribusi dan upaya yang diberikan menjadi amal ibadah bagi semua pihak.
Tan Gusli menegaskan, MTQ merupakan salah satu bentuk syiar Islam sekaligus sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari prestasi peserta dalam perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an.
“Melalui MTQ, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan seluruh kandungannya. MTQ harus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat karakter masyarakat yang religius,” paparnya.
Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-46 tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkuat kehidupan keagamaan serta membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, semangat mencintai Al-Qur’an diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai religius, akhlak mulia, serta budaya Qur’ani terus terjaga di Kota Sawahlunto. menjadi amal ibadah bagi semua pihak.
Tan Gusli menegaskan, MTQ merupakan salah satu bentuk syiar Islam sekaligus sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari prestasi peserta dalam perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an.
“Melalui MTQ, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan seluruh kandungannya. MTQ harus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat karakter masyarakat yang religius,” paparnya.
Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-46 tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkuat kehidupan keagamaan serta membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, semangat mencintai Al-Qur’an diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai religius, akhlak mulia, serta budaya Qur’ani terus terjaga di Kota Sawahlunto.
(Suherman)


