Solok, Fokuscyber.com — Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing global terus dilakukan MAN 1 Solok Plus Keterampilan melalui penerapan program English Day yang mulai diberlakukan sejak 1 April 2026.
Program ini mewajibkan seluruh civitas akademika, mulai dari siswa, guru hingga tenaga kependidikan, untuk menggunakan dua bahasa dalam aktivitas sehari-hari, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Kepala MAN 1 Solok Plus Keterampilan, Febrita, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata dalam membentuk kebiasaan berbahasa Inggris secara aktif di lingkungan sekolah.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting di era globalisasi. Tidak hanya Bahasa Inggris, bahasa lain seperti Jepang dan Korea juga semakin dibutuhkan sebagai bekal untuk memperoleh pekerjaan serta menjalin hubungan dengan dunia luar.
“Dengan adanya English Day, kita ingin seluruh civitas akademika terbiasa berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, sehingga kepercayaan diri dan kemampuan mereka semakin meningkat,” ujarnya saat memberikan arahan langsung di lapangan kepada para siswa, Selasa (7/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mewujudkan visi “Go Internasional” yang tengah digaungkan MAN 1 Solok Plus Keterampilan.
Selain itu, pembiasaan penggunaan dua bahasa ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Terlihat dalam kegiatan tersebut, Kepala Madrasah memimpin langsung pelaksanaan di lapangan, menandakan keseriusan dalam mengawal program berjalan optimal.
MAN 1 Solok Plus Keterampilan optimistis, dengan dukungan seluruh warga madrasah, program English Day dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di masa mendatang.(A5)

