Kota Solok, Fokuscyber.com — Jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Kota Solok melalui Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga serta Pendidikan dan Penataran terus memperkuat pembinaan, tidak hanya bagi atlet pelajar, tetapi juga atlet umum, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan dan masa depan atlet.
Wakil Ketua Umum VI, Alfat Tajri, S.Pd menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong atlet pelajar berprestasi untuk mendapatkan rekomendasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menjalin kerja sama atau MoU dengan institusi pendidikan lanjutan.
“Ke depan, kita akan mencoba memberikan rekomendasi kepada atlet pelajar yang berprestasi untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Nantinya, kami juga akan menjalin hubungan atau MoU dengan sekolah-sekolah yang lebih tinggi untuk mendukung hal tersebut,” ujar Alfat Tajri saat didampingi Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga Soni, SH, Kompol (Purn) Erison Hadi, serta Riko Subrata, SH, dikantor KONI, Kamis (23/04/26)
Sementara itu, Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga, Soni, SH menegaskan bahwa perhatian terhadap atlet tidak hanya diberikan kepada atlet pelajar, tetapi juga atlet umum yang telah berprestasi.
“Begitu juga dengan atlet umum, kita akan memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Sesuai dengan rencana yang telah disusun, atlet yang berhasil meraih medali nantinya akan diberikan bonus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai,” ungkap Soni.
Ia juga menambahkan bahwa pemberian bonus tersebut bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk motivasi agar para atlet semakin terpacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Bonus ini kita harapkan menjadi penyemangat bagi atlet untuk terus berlatih dan berjuang. Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja keras atlet mendapatkan penghargaan yang layak,” tambahnya.
Selain itu, Soni menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal program kesejahteraan atlet secara berkelanjutan, sehingga para atlet dapat merasakan dukungan nyata.
“Kami di bidang kesejahteraan akan terus berupaya hadir untuk atlet, baik dalam bentuk dukungan moril maupun materil. Tujuannya jelas, agar atlet kita bisa fokus berprestasi tanpa harus terbebani dengan persoalan kesejahteraan,” tegas Soni.
Selain itu, pihak pengurus juga akan melakukan koordinasi dengan sekolah asal atlet pelajar guna mengatur waktu latihan, agar tetap optimal tanpa mengganggu kegiatan belajar.
Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang terintegrasi, baik dari sisi prestasi maupun kesejahteraan atlet. Dengan adanya rekomendasi pendidikan bagi atlet pelajar serta rencana pemberian bonus bagi atlet berprestasi, upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi atlet unggul yang siap bersaing di tingkat daerah hingga nasional.
Komitmen ini menegaskan peran organisasi olahraga daerah tidak hanya sebagai pembina prestasi, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia melalui jalur olahraga. (A3)



