29.8 C
Munich
Minggu, Juni 28, 2026

Ratusan Pegiat Silek Padati Nagari Aripan, Generasi Muda Dominasi Silaturahmi Silek Tuo

Must read

Solok, Fokuscyber.com – Warisan budaya Minangkabau kembali menunjukkan denyut kehidupannya. Puluhan sasaran dan ratusan pegiat Silek Tuo dari Kota Solok dan Kabupaten Solok memadati Nagari Aripan, dalam ajang Silaturahmi Silek Tuo yang menjadi simbol kuat pelestarian seni bela diri tradisional di Ranah Minang.

Lebih dari sekadar unjuk kemampuan bela diri, kegiatan ini menjadi ruang mempererat persaudaraan antarperguruan sekaligus membuktikan bahwa Silek Tuo masih menjadi identitas budaya yang terus diwariskan kepada generasi muda.

Sejak sore hari, suasana Nagari Aripan berubah semarak. Rombongan sasaran silek berjalan beriringan menuju balai adat dalam arak-arakan adat yang disambut antusias masyarakat. Kehadiran para pendekar lintas generasi menjadi tontonan menarik bagi warga yang ingin menyaksikan ragam aliran silek tradisi Minangkabau.

Yang paling mencuri perhatian adalah dominasi peserta dari kalangan anak muda. Mereka tampil berdampingan dengan para tuo silek, memperlihatkan estafet warisan budaya yang terus berjalan di tengah perkembangan zaman.

Silaturahmi tersebut dihadiri Anggota DPRD Sumatera Barat Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Marcos Sophan, perwakilan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Ketua LKAAM, Reflidon Dt. Kayo, Ketua IPSI Kota Solok Oktavianus Dt. Rajo Alam, Wali Nagari Aripan, serta para tuo silek dari berbagai nagari.

Sebagai si pangka alek, Perguruan Silek Kumango Nagari Aripan sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan silaturahmi yang berlangsung hingga Minggu dini hari dengan berbagai penampilan silek tradisional.

Pelestarian Silek Tuo Jadi Komitmen Bersama

Mewakili Bupati Solok, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, mengapresiasi tingginya semangat seluruh sasaran silek yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, besarnya partisipasi perguruan menunjukkan bahwa semangat menjaga warisan budaya masih sangat kuat di Kota dan Kabupaten Solok.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para tuo silek yang tetap konsisten membimbing generasi muda agar mengenal, mempelajari, sekaligus melestarikan silek tradisi sebagai bagian dari identitas budaya Minangkabau.

“Semangat para tuo silek dalam membina generasi muda patut diapresiasi. Kehadiran banyak anak muda hari ini menjadi bukti bahwa silek tradisi masih memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya, Sabtu (27/6/26)

Silek Tuo Bukan Sekadar Bela Diri

Sementara itu, Anggota DPRD Sumatera Barat Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam menjelaskan bahwa kegiatan Silaturahmi Silek Tuo merupakan bagian dari program pembinaan yang digagas Dinas Kebudayaan Sumatera Barat.

Menurutnya, pembinaan tersebut bertujuan menjaga eksistensi perguruan silek tradisional agar tetap berkembang di tengah arus modernisasi.

Ia menegaskan bahwa nilai utama silek tidak hanya terletak pada kemampuan mempertahankan diri, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter.

“Silek tradisi mengajarkan sopan santun, adab, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta membentuk pribadi yang berakhlak. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan generasi muda saat ini,” katanya.

615 Pegiat Silek Hadir di Nagari Aripan

Tahun ini, sebanyak 41 perguruan silek turut ambil bagian dalam Silaturahmi Silek Tuo di Nagari Aripan.

Diperkirakan sekitar 615 pegiat silek hadir memeriahkan kegiatan tersebut, belum termasuk ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara hingga larut malam.

Besarnya jumlah peserta menjadi indikator bahwa eksistensi silek tradisional di Solok masih sangat kuat dan terus mendapat tempat di tengah masyarakat.

Harapan Lahirnya Generasi Penerus Silek Tradisi

Bagi Perguruan Silek Kumango Nagari Aripan, suksesnya penyelenggaraan silaturahmi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali silek tradisi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Tuo Silek Kumango Aripan, Masfa Pakiah Marajo, berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan minat anak-anak muda untuk mempelajari silek sebagai bagian dari jati diri budaya Minangkabau.

“Semoga melalui kegiatan ini semakin banyak anak-anak muda Nagari Aripan yang tertarik mempelajari dan mendalami silek tradisi. Kami yakin silek mampu membimbing generasi muda kepada hal-hal positif serta mencegah mereka terjerumus dalam kenakalan remaja,” harapnya.

Melalui semangat kebersamaan yang ditunjukkan 41 perguruan silek, Silaturahmi Silek Tuo di Nagari Aripan bukan hanya menjadi ajang berkumpul para pendekar, tetapi juga menjadi bukti bahwa warisan budaya Minangkabau tetap hidup, tumbuh, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. (A3)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article