Solok, Fokuscyber.com – Di tengah derasnya arus transformasi digital global, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat didorong untuk beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini mengemuka dalam kegiatan bertajuk UMKM Naik Kelas Berbasis AI yang digelar pada 29–30 April 2026 di Alahan Panjang Resort.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi digital sekaligus penggiat media sosial berbasis AI, Supri Ardi, S.Kom, M.I.Kom, sebagai narasumber utama. Ia menegaskan bahwa AI bukan sekadar tren sesaat, melainkan teknologi yang akan terus berkembang dan tidak bisa dihindari.
“AI itu bukan tren seperti isu viral yang datang dan pergi. Ia seperti ilmu pasti, terus berkembang dan akan menjadi bagian dari kehidupan kita,” ujar Supri Ardi di hadapan peserta.
Menurutnya, kehadiran AI telah mengubah cara kerja manusia, termasuk dalam sektor UMKM. Mulai dari pembuatan konten promosi, strategi pemasaran, hingga analisis tren pasar kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
“Dulu butuh tim besar untuk produksi konten. Sekarang, satu orang bisa mengerjakan semuanya dengan bantuan AI,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus diiringi dengan pemahaman yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif, seperti penyalahgunaan data dan manipulasi informasi.
UMKM Kuat Produksi, Lemah Promosi
Dalam pemaparannya, Supri Ardi menyoroti persoalan klasik UMKM di Sumatera Barat, yakni kuat di produksi namun lemah di pemasaran.
“Kita punya produk berkualitas, tapi belum maksimal dalam distribusi dan promosi. AI bisa menjadi jembatan untuk itu,” katanya.
Ia juga mempraktikkan langsung penggunaan teknologi AI dalam membuat konten promosi hanya dalam hitungan menit, yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam. Hal ini menjadi pengalaman baru bagi peserta yang sebagian besar pelaku UMKM dari Solok Raya.
Literasi Digital Harus Diimbangi Keamanan Data
Sementara itu, akademisi sekaligus Ketua RTIK Sumbar, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, M.TA, menekankan pentingnya keamanan data di era digital.
“Data adalah emas baru. Banyak UMKM sudah masuk ke dunia digital, tapi belum sadar pentingnya menjaga data,” ujarnya.
Ia mengingatkan berbagai potensi ancaman seperti peretasan akun hingga pencurian identitas digital. Menurutnya, literasi digital tidak cukup hanya sebatas kemampuan membuat konten, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman keamanan siber.
“Kalau pintar jualan tapi data bocor, itu sama saja membuka pintu rumah lebar-lebar,” tegasnya.
Dukungan DPRD dan Pemprov Sumbar
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Sumatera Barat, Drs. H. Nurfirmanwansyah, Apt., M.M, yang menyebut program tersebut merupakan bagian dari pokok pikiran (pokir) untuk penguatan kapasitas UMKM.
“Kita ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Program ini, lanjutnya, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Mahyeldi–Vasco yang mendorong transformasi digital sebagai strategi peningkatan ekonomi daerah.
Antusiasme Peserta Tinggi
Sebanyak 60 pelaku UMKM dari berbagai wilayah Solok Raya mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI dalam pengembangan usaha.
Salah seorang peserta menyebut pelatihan ini sangat bermanfaat.
“Materinya daging semua. Kami jadi tahu arah perkembangan teknologi dan strategi pemasaran digital,” ujarnya.
Peserta juga berharap program serupa dapat terus berlanjut agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi perubahan zaman.
Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital
Kegiatan ini juga melibatkan komunitas kreatif seperti Idea Corner yang digerakkan oleh generasi muda. Sosok seperti Supri Ardi dan Yendi Putra dinilai menjadi representasi anak muda yang mampu menghadirkan solusi nyata melalui teknologi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari proses besar transformasi ekonomi berbasis digital di Sumatera Barat. UMKM yang sebelumnya berjalan secara konvensional kini mulai beradaptasi dengan teknologi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Di tengah perubahan tersebut, satu hal menjadi jelas: masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu beradaptasi. (AR)


